Masjid Al-Ula Penajam Punya Nilai Historis

Suherman

 

Camat Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sardi (Suherman - Hello Borneo)

Camat Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sardi (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Camat Penajam, Kabupaten Paser Utara, Kalimantan Timur, Sardi mengungkapkan masjid Al-Ula yang berdiri sejak tahun 1970 memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.

“Masjid Al-Ula di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, yang didirikan tahun 1970 tersebut merupakan salah satu tempat ibadah yang banyak didatangi jama’ah untuk beribadah,” kata Sardi pada acara Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, di masjid Al-Ula, Selasa.

Masjid Al-Ula tersebut, lanjutnya, menjadi pusat umat Islam untuk beribadah pada jaman itu. Umat Islam dari beberapa kelurahan, termasuk umat Islam di Kelurahan Sesulu datang ke masjid Al-Ula untuk beribadah, padahal dari Kelurahan Sesulu ke masjid Al-Ula jaraknya sampai puluhan kilometer.

“Masjid Al-Ula itu dulu merupakan sentral umat Islam untuk salat berjam’ah, karena umat Islam dari berbagai kelurahan baik yang jaraknya dekat maupun yang jaraknya jauh berdatangan ke masjid Al-Ula.” Jelas Sardi.

Masjid yang dibangun dengan swadaya masyarakat tersebut, kata dia, terbangun dengan baik sebagai peninggalan yang memiliki nilai historis tersendiri. Dimana arsitektur kubah di belakang masjid dengan atap kayu masih berdiri dan terawat dengan baik.

Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, menurut Sardi, masjid tersebut akan selalu dipenuhi jama’ah, diperkirakan beberapa tahun ke depan masjid Al-Ula sudah tidak mampu menampung jama’ah yang datang untuk beribadah.

Pengurus masjid Al-Ula, tambahnya, harus menjaga kontsruksi bangunan lama tetap dipertahankan pada saat melakukan pembangunan ulang (rekonstruksi) atau renovasi. Terutama dua kubah beratap kayu harus tetap dirawat dan dijaga keberadaannya.

“Dua kubah itu harus tetap dijaga keutuhannya karena memilki nilai sejarah tersendiri, jadi bangunan lama masih harus dipertahankan ketika malakukan renovasi atau rekonstruksi terhadap masjid Al-Ula itu,” tegas Sardi. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.