Pemkab Penajam Siapkan Pompa Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

AH Ari B

 

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyiapkan pompa air, khususnya di Kecamatan Babulu, untuk menagntisipasi lahan pertanian yang terancam mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda kawasan itu.

“Kami siapkan pompa air untuk petani menyedot air untuk mengairi sawah mereka, karena diperkirakan ancaman kekeringan yang mengakibatkan fuso atau gagal panen di Wilayah Babulu tahun ini (2015) masih cukup tinggi,” jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Bambang Marjuki, di Penajam, Senin.

“Terdata sekitar 600 hektare lahan pertanian tadah hujan di wilayah Kecamatan Babulu terancam kekeringan karena musim kemarau yang berkepanjangan,” ungkapnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Bambang Marjuki, saat ini masih mendata lahan pertanian yang mengalami kekeringan, dan untuk sementara ada 12 hektare sawah mengalami fuso atau dipastikan gagal panen akubat kekurangan pasokan air.

“Terdata sementara ada 12 hektare sawah milik masyarakat Kecamatan Babulu kekurangan air sehingga mengalami fuso atau gagal panen,” katanya.

Pemerintah daerah, menurut Bambang Marjuki, sudah sejak lama mempersiapkan pompa air untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi dilahan pertanian karena kemarau panjang. Namun jika, sungai atau sumber air yang ada juga mengalami kekeringan, maka kekeringan total tidak dapat terelakkan.

“Kalau sungai atau sumber air juga kering, maka akan terjadi kekeringan total. Dan jika, dalam waktu dekat hujan tidak juga turun, maka diprediksi kekeringan sawah dapat meningkat hingga 700 hektare atau sekitar 70 persen dari total luasan sawah produktif,” jelasnya.

Selain kekeringan, para petani di Kecamatan Babulu saat ini juga mengeluhkan serangan hama penyakit tanaman padi yang baru ditanam, sehingga para petani berharap hujan masih turun di Bulan Juli dan Agustus mendatang. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.