600 Hektare Lahan Pertanian di Penajam Terancam Kekeringan

AH Ari B

 

Penajam, helloborneo.com – Sekitar 600 hektare lahan pertanian produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan Babulu, terancam mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda kawasan itu.

Hal tersebut terungkap ketika Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar meninjau lahan pertanian melihat pola pertanian dan sistem pengairan di wilayah Kecamatan Babulu, Senin.

Dan saat ini sekitar 12 hektare lahan pertanian di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu kekeringan sehingga mengalami fuso atau gagal panen karena kekurangan pasokan air.

Bupati Yusran Aspar mengatakan, lahan pertanian di wilayah Penajam Paser Utara merupakan sawah tadah hujan. Terutama di Kecamatan Babulu lahan pertanian lebih banyak mengandalkan air hujan untuk pengairan.

“Petani di Babulu mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah mereka, sehingga jika kemarau panjang lahan sawah tidak dapat ditanami dan lahan sawah yang sudah ditanami terancam fuso atau gagal panen,” jelasnya.

Yusran Aspar meminta Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Prasarana Wilayah (DPU Kimpraswil) untuk melakukan perbaikan dan pembenahan irigasi karena hampir sekitar 600 hektare berpotensi mengalami kekeringan.

“Saya minta instansi terkait lakukan pembenahan dan perbaikan irigasi, baik terhadap pntu-pintu air sekunder dan pintu air primer maupun saluran irigasi tersier,” katanya.

Selain itu Yusran Aspar mengharapkan petani dapat dapat menjadi petani mandiri memanfaatkan segala sumber daya yang ada serta menjadi petani yang cerdas dan memiliki inovasi dengan tidak menanam satu jenis tanaman.

Seperti yang dilakukan kelpmpok tani di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu. Dimana kata Yusran Aspar, para petani yang tergabung dikelompok tani tersebut melakukan tidak menanami lahan dengan satu jenis tanaman.

“Mereka memanam padi, jagung dan kedelai secara bergantian, jadi petani tanam padi setelah panen lahan ditanami jagung atau kedelai kemudian menanam padi lagi, sehingga petani bersangkutan bisa tiga kali penen dan mendapat keuntungan yang cukup besar,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Yusran Aspar, aan membantu para petani tersebut dengan program modal bergulir karena sudah menjadi petani mandiri yang cerdas dan memiliki inovasi sehingga produksi para peteni dapat terus meningkat. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.