Kemarau, Harga Sayuran di Paser Naik

Ajang Araya

TERDESAK. Mbah Mul salah satu penjual sayur di Pasar Senaken, yang terpaksa menikan harga lantaran mengikuti harga yang dijual para petani sayur. (Ajang Araya - Hello Borneo)

TERDESAK. Mbah Mul salah satu penjual sayur di Pasar Senaken, yang terpaksa menikan harga lantaran mengikuti harga yang dijual para petani sayur. (Ajang Araya – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), berdampak cukup besar, terutama bagi para petani sayuran. Pasalnya kekeringan yang dialami petani, membuat beberapa harga sayuran terus beranjak naik di pasaran.

Mengenai kenaikan harga ini Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Indusrti, Koperasi dan UKM (Disprindakop) Paser, Duma Alfira mengatakan, sejumlah harga mulai mengalami kenaikan, salah satunya adalah harga sayuran yang naik dari harga sebelumnya yang cukup drastis.

“Memasuki kemarau ini sudah pasti membawa dampak kenaikan sejumlah harga, seperti sayuran. Seperti Kangkung dari harga Rp 1000 per ikatnya kini menjadi Rp 4000,” tuturnya.

Lanjut Duma, kenaikan harga sudah menjadi cerita lama saat kemarau, dimana bila memasuki kemarau panjang akan ada kenaikan harga dan ini baru di awal dan tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan harga lagi.

“Sebenarnya ini adalah hal yang biasa dan sudah jadi cerita lama, karena saat kemarau pastinya tidak ada air jadi membuat sejumlah lahan kering dan sayur pun ikut mengalami kekeringan,” ungkap Duma.

“Dan hal ini, para petani mau tidak mau menaikan harga. Tapi sejauh harga di pasaran tetap terjangkau dan tidak menimbulkan gejolak,” tutupnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.