Arti ‘Merdeka’ Bagi Penjual Bendera

Bagus Purwa

 

Mendulang rezeki dengan menjual Bendera Merah-Putih dan pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI  (Bagus Purwa - Hello Borneo)

Mendulang rezeki dengan menjual Bendera Merah-Putih dan pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Walaupun Indonesia sudah terbebas dari belenggu penjajahan selama 70 tahun, namun bagi penjual bendera di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kemerdekaan yang mereka artikan sebagai ‘mendulang rezeki’ juga turut dirasakan pada setiap perayaan HUT Kemerdekaan.

“Arti kemerdekaan itu, bagi saya, bagaimana setiap hari bisa membawa pulang uang untuk memberi nafkah anak dan istri. Jadi, perayaan HUT Kemerdekaan RI itu juga memberikan berkah bagi kami, walaupun hanya satu kali setahun,” ungkap Darmadi, penjual pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI di Jalan Provinsi Kilometer 1 Penajam, Sabtu.

Bagi Darmadi, peringatan HUT Kemerdekaan RI sedikit memberikan kebahagiaan dibanding hari-hari biasa.

Saat hari biasa lanjut Darmadi yang mengaku setiap tahun selalu berjualan bendera dan berbagai pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan itu, penghasilannya sebagai penjahit tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Namun, pada setiap menjelang HUT Kemerdekaan RI, keriangan juga menghampiri Darmadi, sebab disaat itulah dia bisa ‘mendulang rezeki’ melalui rangkaian warna merah-putih (bendera) dan merajut warna-warni sisa jahitan menjadi sebuah umbul-umbul.

“Jauh hari sebelum perayaan HUT Kemerdekaan saya sudah mempersiapkan sisa kain untuk dirajut menjadi pernak-pernik atau umbul-umbul yang akan saya jual pada setiap awal Agustus. Tapi terkadang, saya harus memodali dengan membeli kain untuk dibuat bendera,” jelasnya.

Darmadi mengaku menjual Bendera Merah-Putih ukuran 90 centimeter seharga Rp25 ribu dan ukuran 120 centimeter dijual dengan harga Rp35 ribu, ukuran 150 centimeter dijual dengan harga Rp70 ribu.

artikl1Sedangkan hiasan Bendera Merah-Putih ukuran 2 meter dijual Darmadi dengan harga Rp100 ribu dan ukuran yang lebih besar, yakni 10 meter dibandrol dengan harga Rp350 ribu. Sementara untuk umbul-umbul yang dirajut Darmadi dijual mulai Rp50 hingga Rp150 ribu per buah.

“Untungya memang tidak terlalu besar tetapi pada setiap menjelang perayaan HUT Kemerdekaan, penghasilan yang saya peroleh rata-rata mencapai Rp500 ribu sampai Rp2 juta per hari, lebih baik dibanding hari biasa yang hanya mengandalkan dari pesanan orang menjahit pakaian,” katanya.

“Perayaan HUT Kemerdekaan RI ini memberi arti kebebasan, yaitu mendapatkan rezeki lebih dibanding hari-hari biasa,” ujar Darmadi.

Keriangan itu juga dirasakan penjual pernak-pernik peringatan HUT Kemerdekaan RI lainnya, Jaka Irawan yang berjualan di Jalan Provinsi Kilometer 4 Penajam.

Walaupun pernak-pernik yang dijualnya bukan hasil rajutan tangan sendiri namun menurut Jaka Irawan, penghasilannya menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI lebih banyak daripada hari-hari biasa.

Pedagang bendera Merah Putih dan pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI  di Jalan Provinsi Kilometer 4 Penajam (Suherman - Hello Borneo)

Pedagang bendera Merah Putih dan pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI di Jalan Provinsi Kilometer 4 Penajam (Suherman – Hello Borneo)

“Lumayan, dari hasil penjualan satu buah Bendera Merah-Putih serta pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI itu saya mendapat Rp5 ribu sampai Rp50 ribu, rata-rata dalam satu hari bisa menghasilkan Rp300 ribu sampai Rp1 juta,” katanya.

“Belum lagi kalau hiasan bendera untuk kantor yang saya jual Rp150 ribu sampai Rp350 ribu, untungnya lumayan juga dan bisa digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” ujar Jaka Irawan.

Sejak awal Agustus Jaka Irawan sudah menjual Bendera Merah-Putih serta pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI. Biasanya 1 sampai 10 Agustus, kata dia pembeli masih sepi, rata-rata hanya satu sampai dua orang yang membeli.

Namun setelah tanggal 10 Agustus, menurut Jaka Irawan, warga yang membeli Bendera Merah-Putih serta pernak-pernik dan umbul-umbul mulai ramai.

Tidak jauh berbeda dengan Darmadi, penjual musiman Bendera Merah-Putih serta pernak-pernik perayaan HUT Kemerdekaan RI ini, mengaku turut menikmati hari kemerdekaan dengan menjual pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI tersebut.

“Apalagi, saya tidak pernah merasakan nikmatnya THR (tunjangan hari raya) pada setiap lebaran, jadi dengan HUT Kemerdekaan ini, sebagai THR bagi saya,” ungkap Jaka Irawan yang mengaku sehari-hari bekerja serabutan. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.