Penajam Butuh Rp2,5 Miliar Bangun 100 Sumur Bor

AH Ari B

 

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Supardi (Dika - Hello Borneo)(1)

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Supardi (Dika – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar membangun 100 sumur bor untuk mengatasi kekeringan yang melanda daerah itu.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Prasarana Wilayah (PU Kimpraswil) Kabupaten Penajam Paser Utara, Supardi, di Penajam, Rabu, mengatakan, untuk melaksanakan pembangunan sumur bor tersebut pemerintah daerah harus mengalokasikan dana sekitar Rp2,5 miliar.

“Kami sudah melakukan penghitungan pembangunan sumur bor itu, biaya satu unit sumur bor berkisar Rp25 juta dikalikan 100 sumur bor totalnya mencapai Rp2,5 miliar,” jelasnya.

“Jadi pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan saat kemarau panjang ini masih terkendala anggaran,” ujar Supardi.

Pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan tersebut, menurutnya, belum masuk dalan perencanaan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, sehingga masih akan diusulkan dalam rencana APBD Perubahan 2015.

“Anggaran pembangunan sumur bor belum ada dalam perencanaan, jadi baru mau kami usulkan pada APBD Perubahan 2015,” katanya.

Bidang Pengairan PU Kimpraswil Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Supardi, telah melakukan inventarisasi, untuk daerah yang berpotensi mengalami kekeringan berada di wilayah Desa Sebakung Jaya, Sebakung dua dan tiga menjadi prioritas pembangunan sumur bor.

“Kami sudah petakan wilayah yang risiko kekringannya tinggi dijadikan prioritas pembangunan sumur bor agar kekringan dapat segera di atasi,” ujarnya.

Pembangunan sumur bor, tambah Supardi, menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan lahan persawahan, karena mayoritas wilayah pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang terancam mengalami kekeringan cukuo jauh dari sumber air. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.