Legislator : Pemkab Penajam Jangan Hanya Kerjakan Megaproyek

Bagus Purwa

 

Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara, Rusbani (Dika - Hello Borneo)

Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara, Rusbani (Dika – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Legislator dari Komisi I DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rusbani mengatakan, jangan hanya fokus terhadap pelaksanaan pengerjaan megeproyek bersifat ‘multiyears’ atau proyek tahun jamak yang pegerjaannya dilaksanakan oleh kontraktor dari luar daerah.

“Pemerintah daerah hanya fokus pengerjaan megaproyek yang pastinya tidak bisa dikerjakan kontraktor lokal,” ungkap Rusbani, di Penajam, Rabu.

Kabupaten Penajam Paser Utara, menurutnya, sangat mengandalkan APBD untuk menjalankan roda perekonomian, namun saat ini pemerintah daerah banyak meloloskan pengerjaan proyek -proyek besar yang dikerjakan oleh kontraktor besar dari luar daerah sehingga uang APBD dibelanjakan di luar daerah Penajam Paser Utara.

“Perekonomian di daerah ini bisa terhambat, dimana uang APBD Kabupaten Penajam Paser Utara dibelanjakan di luar daerah karena pengerjaan megaproyek yang sifatnya tahun jamak itu dikerjakan oleh kontraktor besar dari luar daerah Penajam Paser Utara,” jelas plitisi Partai Bulan Bnitang tersebut.

Rusbani berharap Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lebih fokus dengan pengerjaan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perbaikan dan pembangunan jalan usaha tani dan lingkungan, pembangunan drainase serta kegiatan lainnya yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara Ketua Gabungan Pelasksana Kontruksi Seluruh Indonesia (Gapenksi) Kabupaten Penajam Paser Utara, Jalali mengaku bingung karena kondisi keuangan daerah mengalami defisit sehingga melakukan rasionalisasi anggaran, namun pemerintah daerah melaksanakan pengerjaan proyek dengan nilai ratusan miliar rupiah.

“Rasionalisasi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah terhadap kegiatan bernilai Rp200 juta ke bawah, tapi 13 paket ‘multiyears’ bernilai ratusan miliar rupiah tetap diloloskan untuk dikerjakan,” jelasnya.

Sekitar 250 kontraktor Lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Jalali, terancam menganggur karena tidak ada satupun proyek yang dapat dikerjakan, sehingga diharapkan pemerintah daerah lebih memprioritaskan kegiatan yang mampu dikerjakan para kontraktor lokal. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.