Kebut-kebutan di Paser Berujung Maut

Rapal JKN

“Wow” Sampai Pecah Kepala

DIPERIKSA. Motor F1Z R milik Mul yang saat ini sedang diamankan di Mapolres Paser. (Rapal JKN)

DIPERIKSA. Motor F1Z R milik Mul yang saat ini sedang diamankan di Mapolres Paser. (Rapal JKN)

Tana Paser, helloborneo.com – Namanya ajal siapa yang tahu, seperti yang dialami Mulyadi Arya Kusuma (24) warga asal Pagar Ruyung. Lantaran hobi kebutan-kebutan di arena balapan liar. Minggu (23/8) meninggal dunia lantaran terlempar dari motornya saat melaju dan dilindas pengendara lain, hingga kepalanya pecah.

Kapolres Paser AKBP Anggie Yuliyanto Putro melalui, Kasat Lantas AKP Rahmadanil didampingi, Unit Laka Brigpol Dedi Rahman menceritakan kronologisnya, dimana Mul awalnya sedang asik ngebut-ngebutan memutari jalur dua Stadion mengunakan motor F1Z R DA 5976 GE. Tiba-tiba kehilangan kontrol saat mepet pada trotoar jalan.

Karena oleng, motor Mul langung menghantam trotoar, lalu Mul terlempar ke badan jalan di sebelahnya. Sedangkan Gusti Perdana (18) yang melaju dengan kecepatan tinggi mengendarai Jupiter MX KT 2545 EP tepat berada di belakangnya, dan tak dapat mengelak saat tubuh Mul berada di depan motornya.

Sehingga tabrakan pun tak bisa dielakkan, Mul langsung terlindas motor yang dikendarai Gusti, kemudian setelah melindas Mul, Gusti pun terlempar dari motornya.

“Jadi saat menghantam trotoar, korban (Mul, Red) terlempar di jalur sebelahnya, sedangkan motornya terseret ke depan. Lalu Gusti yang juga kondisi kencang, tak dapat menghindar saat korban terlepar, dan terjadlah insiden tersebut,” cerita Dedi.

Lanjut Dedi, saat ini Gusti sudah pihaknya amankan di Mapolres, namun untuk tersangkanya belum bisa di tetapkan, karena proses penyelidikan belum selesai.

“Sementara ini masih kami selidiki, siapa yang sebenarnya menjadi tersangka. Dengan melihat TKP dan reka ulang kejadian. Apakah memang murni kelalaian dari korban, atau Gusti,” terangnya.

Selain itu Dedi juga menerangkan kalau sebelum terjadinya insiden tersebut, pihaknya sempat melakukan penertiban di jalan dua jalur Stadion Tana Paser tersebut. Terkait balapan liar yang sering terjadi itu.

“Kami sempat membubarkan masa, kemudian kami balik ke Polres. Tiba-tiba dihubungi kalau terjadi laka lantas, sekira pukul 18.30 Wita,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.