Legislator : RSUD Penajam Harus Benahi layanan

Dika

 

Sekretaris Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, Thohiron (Dika - Hello Borneo)

Sekretaris Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, Thohiron (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Legislator dari Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Thohiron menagaskan, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat harus membenahi pelayanan kepada masyarakat.

“Sudah sering warga mengeluhkan terkait pelayanan RSUD yang kurang maksimal, dimana RSUD yang kurang maksimal kepada masyarakat itu terus terjadi berulang-ulang,” ungkap Thohiron, di Penajam, Senin.

RSUD Penajam Paser Utara, menurutnya, merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan di daerah ini. untuk itu, pihak manajemen RSUD harus meningkatkan pola pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Apalagi dengan hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),kata Thohiron, RSUD harus segera berbenah, khusunya terkait pelayanan. Jangan sampai RSUD Penajam Paser Utara hanya sebagai perantara rujukan, karena para pasien dirujuk ke rumah sakit di Balikpapan.

Pekan lalu,lanjut dia, banyak masyarakat mengadu terkait pelayanan RSUD Penajam Paser Utara, karena sekitar 80 orang yang ingin berobat di RSUD menunggu mulai pukul 08.00 Wita sampai Pukul 13.00 Wita karena dokter tidak datang.

“Telepon genggam saya sampai dipenuhi pesan singkat (SMS) aduan dari masyarakat terkait pelayanan RSUD itu, Kasihan masyarakat menunggu hingga enam jam untuk mendapat pelayanan,” ungkap Thohiron.

“Itu bukan kejadian yang pertama kalinya. Sudah sering warga mengeluhkan hal yang sama tapi tidak ada perubahan layanan dari pihak manajemen rumah sakit,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Thohiron yang juga sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Penajam Paser Utara itu menegaskan, pihak manajemen RSUD harus mengambil tindakan tegas terhadap oknum dokter yang sering mangkir atau tidak masuk kerja tanpa ada keterangan.

“RSUD harus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar dibuka formasi untuk dokter, kalau tenaga dokter di RSUD masih kurang,” ujarnya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.