Rupiah Anjlok, Paser Tetap Stabil ??

Rapal JKN

Kepala Dinas BAPPEDA Paser, Ambo Lala

Kepala Dinas BAPPEDA Paser, Ambo Lala

Tana Paser, helloborneo.com – Ditengah terus anjloknya nilai rupiah dan menurunya harga jual batu bara, sawit dan minyak. Memang membuat perekonomian Indonesia kian terpuruk. Seperti di kabupaten Paser contohnya saat ini mulai merasakan dampak dari hal-hal tersebut, dengan menurunnya perputaran uang hingga 10 persen.

Namun dampak yang dialami kabupaten Paser, dibantah oleh Kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Ambo Lala yang mengklaim, anjloknya mata uang rupiah terhadap dolar dan menurunnya harga batu bara, sawit dan minyak tidak berpengaruh di kabupaten Paser.

Menurutnya kenaikan mata uang asing, tidak serta merta mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) di Paser, meski Pendapatan dari sektor Batu bara merupakan penyumbang terbesar.

“Pendapatan daerah saat ini tetap stabil, walaupun harga batu bara mengalami penurunan. Pengaruh ini tidak berdampak untuk perusahaan besar yang distribusinya dengan sistem dana bagi hasil dan kontrak karya,” ujarnya.

Ambo Lala juga membantah terkait menurunnya perputaran uang di kabupaten Paser, justru saat ini perputaran uang di kabupaten Paser sangat tinggi, dan untuk pertumbuhan ekonomi kabupaten pun sangat baik. Meski dari Disprindakop Paser menyatakan terjadi penurunan hingga 10 persen.

“Untuk laju perputaran uang di kabupaten Paser saat ini sangat tinggi. Bahkan untuk di Kaltim pertumbuhan ekonomi di Paser menjadi yang tertinggi,”ucapnya.

Dia juga berpendapat kalau Paser merupakan salah satu yang menjadi penopang BI untuk di Kaltim. Sehingga melemahnya nilai rupiah tidak pengaruh untuk pendapatan daerah. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.