BPBD Penajam Temukan 5 Titik Panas

AH Ari B

 

 

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya

Penajam helloborneo.com – Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menemukan lima “hotspot” atau titik panas baru yang tersebar di empat kecamatan di daerah itu.

“Baru-baru ini kami temukan 5 titik panas sehingga sekarang ada sembilan titik panas rawan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Penajam Paser Utara dimuism kemarau ini,” ungkap Pelaksana tugas BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya di Penajam, Rabu.

Sampai saat ini, lanjutnya, terdata sembilan ‘hotspot” panas rawan kebakaran lahan dan hutan yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara, lima titik panas di antaranya berada di Kecamatan Penajam, yakni di Kelurahan Petung, Girimukti dan di Kelurahan Sotek.

Selain itu sampai saat ini, menurut Yahya, sudah 13 kasus kebakaran yang sudah terjadi dan terbanyak terjadi di Kecamatan Penajam sebanyak lima kasus kebakaran lahan dan hutan, dengan melihat data tersebut potensi kebakaran lahan dan hutan cukup tinggi.

“Puluhan hektare lahan dan hutan di wilayah Rintik, Api-api, Silkar dan Penajam terbakar sepanjang musim kemarau ini, tapi masih bisa ditanggulangi,” jelasnya.

Dengan menipisnya curah hujan karena muism kemarau yang melanda di Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya mengimbau, masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.

“Dari belasan kasus kebakaran yang terjadi, empat di antaranya diduga karena keteledoran masyarakat membakar lahan dengan sembrono,” katanya.

Yahya juga meminta perhatian seluruh unsur baik pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan dan desa serta masyarakat untuk senantiasa mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah lahan gambut. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.