Pasutri Dibegal, Saat Melintas di Jembatan

Rapal JKN

 

Kapolres Paser AKBP Anggie Yulianto Putro

Kapolres Paser AKBP Anggie Yulianto Putro

Tana Paser, helloborneo.com – Kondisi sepi di jembatan gantung Tana Priuk (Taper), yang baru saja dibangun nampaknya mulai dimanfaatkan salah oleh beberapa oknum yang nakal. Pasalnya Kamis (10/9) lalu, sekira pukul 01.30 Wita Pasangan suami istri (Pasutri), Ari Sptiyanto (20) dan Istrinya Asmariati (20) dibantai secara kejam oleh Begal. Beruntung mereka bisa selamat, karena ada warga sekitar jembatan Taper yang datang membantu, setelah mendengar teriakan minta tolong.

Kapolres Paser AKBP Anggie Yuliyanto Putro melalui, Kasat Reskrim Polres Paser AKP Aldi Alfa Faroqi membenarkan, dimana pasutri yang berasal dari Desa Papara itu, mencoba menyeberang di Jembatan Taper langsung dicegat dua pria bertopeng, dengan menggunakan sebilah senjata tajam berjenis parang.

Lalu tanpa panjang lebar, salah satu pelaku mencabut kunci motor milik korban dan meminta korban mengeluarkan KTP nya. Ari dan Asmariati langsung dipukuli kemudian ditimpas dibagian leher belakangnya, dan merekapun langsung terjatuh. Lalu pelaku kembali mencoba menimpas Ari, namun Ari mencoba melawan sehingga timpasan kedua tersebut terkena tangan kanannya.

Lantas karena merasa kaget Asmariati, langsung mencoba lari dan berteriak minta tolong. Kemudian ia langsung dikejar salah satu pelaku dan di timpas dibagian leher belakang lalu ditusuk dibagian punggung belakangnya. Beruntung teriakan Asmariati sempat didengar salah seorang warga dan langsung keluar menoleh ke arah jembatan.

“Kasus ini merupakan baru di Tana Paser, dan beruntung korban (Pasutri, Red) bisa diselamatkan dan langsung di evakuasi ke rumah sakit usai warga mendengar teriakan minta tolong,” ujarnya.

Lanjut Aldi, sementara ini pihaknya masih berupaya melakukan pengejaran terhadap begal tersebut. Dengan melakukan pemeriksaan saksi yang ada di TKP dan korban. Meski kondisi pasutri itu cukup parah, karena mengalami banyak luka robek, namun masih bisa dimintai keterangan terkait kejadian yang menimpanya.

“Sementara ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. Dan sembari mengumpulkan hasil keterangan kami, terus berupaya melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku begal tersebut,” terang Aldi.

“Kami juga mengimbau pada masyarakat, agar tidak melintas di jalur sepi lewat jam tengah malam bila hanya sendirian. Pasalnya kondisi saat ini mulai rawan,” tutup Aldi sembari memberi imbauan. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.