Timah Panas Lumpuhkan Pembunuh Wanita Hamil

Rapal JKN

Terancam Penjara Seumur Hidup atau Mati

TIMAH PANAS. Pembunuh Yuni, wanita hamil yang dibunuh kemudian dibuang akhirnya tertangkap. (Rapal JKN - Hello Borneo)

TIMAH PANAS. Pembunuh Yuni, wanita hamil yang dibunuh kemudian dibuang akhirnya tertangkap. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com –  Setelah melakukan pengejaran kurang dari 36 jam, Pembunuh Yuni Rahayu (21), warga asal Semuntai, Long ikis, yang ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di daerah Pantai Keke, Kelurahan Kuaro, Minggu (13/9) lalu, dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi.

Muhdi alias Ompong (22) dibekuk jajaran Satreskrim Polres Paser dengan dibantu oleh Polres Penajam Paser Utara dan Balikpapan, di daerah Karang Joang, Balikpapan, Selasa (15/9) sekira pukul 11.00 wita dan baru tiba di Polres Paser pukul 16.00 wita atau kurang dari 36 jam.

Kapolres Paser Kapolres Paser AKBP Anggie Yuliyanto Putro didampingi Waka Polres Paser Kompol Sandi Sultan, Kasat Reskrim Polres Paser AKP Aldi Alfa Faroqi dan Kabag Ops Kompol Rio Cahyowidi dalam Konfrensi Persnya di Mapolres Paser, (16/9) membeberkan, motif dari pembunuhan sadis Yuni yang berlatar belakang Ekonomi dan Asmara.

Tersangka tega membunuh Yuni, karena keduanya sebelumnya pernah berhubungan badan, dan korban meminta pertanggung jawaban dari Ompong. Menurut Pengakuan pelaku, ia hanya sekali melakukan hubungan badan dengan korban.

Dibeberkan Kapolres Anggie Yulianto, kronologis kejadian bermula saat korban dan pelaku melakukan hubungan badan pada 08 September 2015 lalu, dua hari kemudian (11/9) korban menelepon pelaku dengan mengatakan terlambat datang bulan, dan meminta pertanggung jawaban pelaku dan di akhir pembicaraan melelau telepon selular itu keduanya sepakat untuk bertemu keesokan harinya.

“Sekitar pukul 24.00 wita, setelah pelaku menerima telepon dari korban, karena tidak mau bertanggung jawab, pelaku menyusun rencana tempat dilakukannya pembunuhan dengan alat,” ujar Kapolres.

Kemudian pada hari sabtu (12/9), lanjut Kapolres, sekitar pukul 08.30 wita mempersiapkan pisau badik, tali nilon dan pemberat besi ke dalam tas. Sekitar pukul 09.30 wita, sesuai dengan janji yang disepakati antara korban dan tersangka, korban menjemput tersangka dengan menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi KT 6213 EH milik korban.

“Kemudian korban dibonceng pelaku ke tempat yang memang sudah direncanakan pelaku yakni di pinggir sungai pantai keke yang terkenal sepi,” kata Kapolres.

Tidak lama setelah sampai dilokasi, keduanya mengalami perdebatan, yang kemudian pelaku mengeluarkan badik yang telah disiapkan sebelumnya dan menusuk perut korban dua kali, namun korban sempat melawan dengan mencekik leher pelaku dan dibalas pelaku dengan menendang dua kali kepala korban, setelah korban lemas kemudian pelaku mengambil dua unit HP yang ada disaku baju korban.

“Pelaku kemudian menarik korban ke sungai dan mengikatnya dengan tali nilon yang sudah diberi pemberat dari lempengan besi untuk menenggelamkan korban ke dasar sungai. Sekitar pukul 11.00 wita jenazah korban ditemukan warga sekitar, sementara pelaku bersembunyi di Tanah Grogot,”ungkap Kapolres.

Kemudian tim gabungan Sat Reskrim Polres Paser yang dipimpin Kapolres dan Polsek Kuaro melakukan penyelidikan. Keesokan harinya senin (14/9) tersangka melarikan diri ke Balikpapan dimana kemudian tim gabungan melakukan pengejaran, dan selasa (15/9) tersangka dibekuk di Balikpapan, karena melawan tersangka dilumpuhkan. Dan bersamaan dengan dibekuknya  ditemukan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang kita disita dari tersangka, satu unit sepeda motor, HP merk nokia warga biru, dan sisa uang dari menggadaikan sepeda motor dan HP korban sebesar Rp100 ribu,-“ujar Kapolres.

Lanjut Anggie mengatakan, atas perbuatan tersangka. Kini Ompong akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi. Bahkan tak menutup kemungkinan ompong akan menghadapi hukuman mati.

“Tersangka terkena pasal berlapis, 340 dan 365 jadi paling sedikit itu hukuman penjara seumur hidup,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.