Bupati Penajam Harapkan WTP “Mobile” Penuhi Air Bersih

Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran aspar saat menyerahkan WTP Mobile kepada UPT PU Kecamatan (Alpian - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran aspar saat menyerahkan WTP Mobile kepada UPT PU Kecamatan (Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar mengharapkan “water treatment plant” (WTP) “Mobile” atau instalasi pengolahan air minum/bersih yang bisa bergerak dan berpindah, bisa memenuhi kebutuhan air bersih layak minum bagi masyarakat di daerah itu.

“Pemerintah daerah telah memberikan 2 unit WTP “Mobile” senilai Rp.2.899.600.000 kepada UPT PU (unit pelaksana tugas pekerjaan umum) Kecamatan,” ungkap Bupati Yusran Aspar di Penajam, Kamis.

Bupati mengharapkan dengan adanya dua unit WTP “Mobile” tersebut bisa membantu menenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat, karena air bersih merupakan kebutuhan utama sehari-hari bagi masyarakat.

“Harus segera dilakukan pelatihan terhadap para petugas WTP Mobila” itu sehingga bisa segera melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih,” kata Yusran Aspar.

“WTP Mobile” tersebut menurut bupati, dirancang khusus dan delengkapi dengan peralatan pengolahan air yang bisa memproses air tidak layak konsumsi menjadi jerinih dan layak minum, serta kendaraan itu bisa berpindah-pindah.

“Bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, bisa melapor langsung ke UPT PU Kecamatan dan unit “WTP Mobile” akan bergerak menuju lokasi masyarakat yang membutuhkan air bersih itu,” jelas Yusran Aspar.

Sementara Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Sudirman mengatakan, dua unit WTP “Mobile” yang ada saat ini masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di empat kecamatan, untuk itu akan mengusulkan anggaran kep pemerintah provinsi sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan WTP “Mobile”

“Kami mengharapkan di setiap kecamatan memiliki “WTP Mobile” untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat, apalagi saat musim kemarau,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut. (adv/bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.