Pelanggaran Algaka Pilkada Paser Masih Kerap Terjadi

Rapal JKN

 

Tana Paser, helloborneo.com – Iklim kampanye yang terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur tergolong rentan akan gesekan, dan pelanggaran contohnya masih banyak pelanggaran Alat Peraga Kampanye (Algaka).

Majunya dua pasangan calon (Paslon) membuat aroma persaingan antar kedua kubu kian terasa. Sedangkan Panwaslu sendiri sebagai pengawas Pilkada dituntut lebih bijak, lantaran masih adanya pelanggaran yang sering terjadi. Seperti permasalahan aturan pemasangan Algaka yang masih belum terkontrol.

Kepala Bagian Pengawasan Panwaslu Kabupaten Paser Syamsu Rais yang dikonfirmasi mengklaim, soal Algaka pihaknya bekerjasama dengan Polres, Satpol PP dan Dishub untuk melakukan pengawasan. Bahkan sudah dua kali melakukan penertiban. Namun memang selain dari peran Panwas dan Polisi, Satpol PP dan Dishub sebagai eksekutor. Peran masyarakat juga diperlukan.

“Kami sudah sering menyuarakan, hanya saja. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk tidak ikut melanggar atau untuk ikut mengawasi berjalannya Pilkada Paser ini,” terang Rais.

Lanjut Rais, selain persoalan Algaka yang masih menjadi polemik. Banyaknya masyarakat yang belum memahami pola pelaporan pelanggaran juga menjadi inti persoalan, dimana banyak masyarakat yang mengadukan keganjalan dalam berkampanye. Namun lantaran tak sesuai prosedur pengaduan, banyak laporan yang akhirnya gugur, karena kadaluarsa atau pun tak ditindaklanjuti.

“Disini memang perlu adanya peran dari masyarakat. Apalagi terkait pelaporan perkara yang kerap tak berjalan sesuai aturan, sehingga terkadang laporan hanya sebatas pemberitahuan saja,” jelasnya.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau bagi masyarakat yang menemukan pelanggaran. Silahkan langsung mengajukan lampiran ke panwascam terdekat atau petugas panwas di lingkungan desa. Agar semua bisa ditindaklanjuti sesuai aturan yang ada,” pungkas Rais. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.