Listrik Padam, Warga Serbu PLN Batu Kajang

Rapal JKN

Warga marah atas pemadaman yang sering dilakukan PLN. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Warga marah atas pemadaman yang sering dilakukan PLN. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com- Lantaran merasa bosan akan janji dan pemadaman listrik yang dilakukan PLN Rayon Batu Kajang secara tak menentu, Rabu (21/10) malam kemarin, sekira pukul 20.00 Wita. Warga yang emosi langsung meluapkannya dengan melakukan penyerbuan dan perusakan bebeapa fasilitas yang ada di Kantor PLN Rayon Batu Kajang.

Salah satu warga Batu Kajang, Ighkap mengatakan, puncak terjadinya luapan emosional terjadi setelah Rabu kemarin sejak pagi terjadi pemadaman listrik hingga malam.

Merasa kesal dengan intensitas pemadaman. Warga berbondong-bondong datangu kantor PLN. Namun karena tak ada satu pun petugas yang menjelaskan membuat beberapa warga emosi dan mengamuk di halaman kantor PLN Rayon Batu Kajang.

“Dan sebelum kejadian, sebenarnya warga sudah melakukan aksi, namun selepas aksi tidak ada tindakan nyata dari PLN untuk meminimalisir pemadaman,” paparnya.

Alhasil mobil pintar yang saat itu terparkir di halaman PLN, menjadi sasaran empuk warga. Bahkan warga beberapa kali mengulingkan mobil pintar tersebut hingga rusak parah.

Tak hanya itu warga yang merasa belum puas menyambangi perusahaan yang ada di kawasan Batu Kajang dan memaksa untuk melakukan pemadaman agar ikut merasakan yang dialami masyarakat Batu Kajang.

Kapolres Paser AKBP Cristian Tory melalui, Kabag Ops Polres Paser Kompol Rio Cahyowidi yang dikonfirmasi, membenarkan adanya amukan massa di Kantor PLN Rayon Batu Kajang. Namun untuk saat ini kondisi telah terkendali, selain itu dari pihak Kecamatan, PLN, takoh masyarakat, Kodim dan Polres tengah melakukan perundingan terkait permasalahan pemadaman yang terjadi.

“Untuk sementara ini kondisi di Batu Kajang sudah aman terkendali,M,” ujar Rio.

Terkait keributan dan perusakan yang dilakukan masyarakat di Kantor PLN Rayon Batu Kajang, Rio menuturkan kalau itu sepenuhnya hanya luapan emosional saja. Namun pihaknya tetap melakukan penjagaan, dan bila kembali terjadi amukan massa, pihaknya akan menurunkan full tim.

“Kejadian Rabu malam itu hanya spontan saja, karena kurangnya informasi yang diterima. Namun kami tetap berjaga, apabila nantinya ada amukan kembali terjadi,” pungkas Rio. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.