Kamis, Jokowi Groundbreaking Proyek Borneo Railway

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Jokowi Minta Acara Merakyat, dan Sederhana

 

Rakor Kunjungan Jokowi di Sekretariat Kepresidenan. (Subur - Humas Setkab PPU)

Rakor Kunjungan Jokowi di Sekretariat Kepresidenan. (Subur – Humas Setkab PPU)

Penajam, helloborneo.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (19/11) mendatang. Kunjungan dalam kaitan Groundbreaking Borneo Railway dan peresmian sejumlah proyek besar di Kawasan Industri Buluminung.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kunjungan kerja Presiden Jokowi di Ruang Rapat Sekretariat Kepresidenan, Jumat (13/11) lalu.

Rakor tersebut juga dihadiri Pangdam VI Mulawarman, Bupati Yusran Aspar, Kapolda Kaltim, Kapolres PPU, AKBP Raden Djarot, Dandim 0913 PPU Letkol Adi Suryanto, Paspampres, Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kota Bontang.

“Presiden dan rombongan akan tiba pada 18 dan 19 November mendatang. Tiba di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan pukul 18.00, keesokan harinya, 19 november akan melakukan Groundbreaking di Kawasan Industri Buluminung, lalu bertolak ke Bontang,“ terang Darmansjah.

Darmansjah berharap kesiapan daerah benar-benar menjadi perhatian, sehingga pelaksanaannya nanti berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan kunjungan kerja presiden ke daerah lain, ada hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh daerah, melalui empat konsep pegangan dan keinginan presiden.

“Presiden kita itu keinginannya tidak berlebihan, pertama acaranya harus merakyat, sederhana, aman dan nyaman,“ harapnya.

“Merakyat artinya presiden menginginkan kegiatan selalu dekat dengan rakyat, sehingga bisa berdialog dengan masyarakat. Sederhana, artinya presiden tidak suka konsep mewah. Misalkan masyarakat menggunakan kursi lipat, presiden juga cukup duduk di kursi lipat, atau tidak ada kesan dibeda-bedakan. Termasuk dekorasi ruangan yang wah, tidak disukai presiden,” ungkap Darmansjah.

Darmansjah menambahkan untuk konsep aman lanjutnya, diharapkan bukan hanya bagi diri presiden, namun juga bagi masyarakat dan lingkungan kegiatan harus aman.

“Dalam kunjungan ke daerah tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, sepanjang hal itu tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan yang ada. Terakhir adalah konsep nyaman, yaitu diharapkan tempat acara membuat nyaman presiden,” kata Darmansjah.

Presiden juga tidak suka kegiatan kepresidenan di daerah merugikan masyarakat. Misalkan penutupan jalan yang menimbulkan kemacetan, serta menghindari penggunaan kendaraan atau iring-iringan mobil yang terlalu panjang.

“Semua ini merupakan refleksi program kerja, kerja, kerja dari Presiden Jokowi, yang diharapkan dimengerti dan dilaksanakan hingga ke daerah. “ pungkasnya. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.