Jokowi : Biarpet Listrik Jadi Permasalahan Nasional

AH Ari B

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Elim Sahara - Hello Borneo)

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Elim Sahara – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Persoalan listrik yang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan permasalahan listrik saat ini sudah cukup kritis.

“Hampir di setiap kunjungan saya ke setiap provinsi selalu yang dikeluhkan pertama adalah soal listrik. Ada yang mengatakan mati tiga kali sampai lima kali dalam sehari,” kata Jokowi di acara Groundbreaking mega proyek strategis di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten  Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Kamis (19/11).

Menurutnya Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman kelangkaan listrik, karena pertumbuhan ekonomi semakin pesat dan tak sebanding dengan ketersediaan pasokan listrik di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Presiden Jokowi mengumumkan rencana akan membangun pembangkit listrik baru di Indonesia dengan kapasitas 35 ribu megawatt selama lima tahun ke depan harus terus berjalan.

“Pembangunan pembangkit listrik baru itu harus terkejar karena jika tidak,  biarpet (pemadaman listrik) di masyarakat bisa meningkat dua atau tiga kali lipat menjadi sepuluh atau bahkan lima belas kali dalam sehari,” ungkap Jokowi

Namun untuk dapat membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 35 ribu megawatt itu bukannya tanpa masalah, sebab Jokowi mengatakan progres pembangunan pembangkit listrik sejauh ini masih banyak terkendala proses perijinan.

“Problem kita di perijinan yang terlalu lama, masa satu kali mengurus ijin pembangkit listrik bisa sampai 2 tahun. Pemerintah kita ini kebanyakan ijin dan itu harus dibenahi secepatnya,” tegas Jokowi. (rol)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.