Di Paser, Banyak Pasien Bedah Mengantri

Rapal JKN

 

Mengantri berhari-hari menunggu dokter bedah. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Mengantri berhari-hari menunggu dokter bedah. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Kabupaten Paser merupakan salah satu wilayah terbesar di Kalimantan Timur, bahkan menjadi salah satu daerah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar. Namun hal itu bukan jaminan untuk kesejahteraan. Bahkan untuk memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan pembedahan, masyarakat Paser harus rela mengantri hingga berhari-hari.

Hal itu dialami, Herry (10) bocah asal Tanjung Harapan, pembengkakan yang terjadi pada bagian lehernya, membuatnya harus operasi pembedahan. Namun karena dokter bedah umum RSUD Panglima Sebaya hanya ada satu orang dan itu pun saat ini sedang sakit, Akbar harus rela menunggu hingga berhari-hari.

“Sudah 6 hari di rawat, tadinya dijanjikan mau dioperasi hari ini (kemarin, Red) namun belum ada realisasinya,” terang Zulfir ayah dari Herry.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Panglima Sebaya, dr Nurdiana yang dikonfirmasi terkait lambatnya penanganan terhadap pasien mengatakan, sudah ada seminggu dokter bedah umum di RSUD sakit. Sehingga memang banyak pasien yang terpaksa harus menunggu untuk operasi.

Selain itu Nurdiana menjelaskan kalau di RSUD Panglima Sebaya hanya ada dua dokter spesialis bedah, dan dokter yang satunya bukan merupakan bedah umum. Sehingga saat dokter bedah umum berhalangan tak ada yang bisa menggantikannya.

“Memang seminggu terakhir ini, banyak pasien yang datang dang mengeluhkan lambatnya penanganan bedah. Namun itu bukan tak beralasan, melainkan dokter bedah umumnya saat ini sedang sakit. Itu pun terkadang dokter tersebut masih memaksakan diri untuk melakukan operasi beberapa pasien,” papar Diana.

Lanjut Diana, keterbatasan tenaga medis di RSUD Panglima Sebaya memang berpengaruh terhadap pelayanan pada pasien. Namun pihaknya juga tak mampu untuk memaksakan. Pasalnya untuk mencari dokter bedah sangatlah sulit. Karena masih banyak dokter yang takut untuk bekerja di Kabupaten Paser dengan berbagai alasan.

“Saat ini kami belum bisa menambah tenaga dokter, pasalnya tidak ada dokter yang berminat untuk bekerja di Kabupaten Paser. Padahal kami sudah berupaya untuk mencari dokter,” tuturnya.

“Dan ada kemungkinan penambahan dua dokter spesialis bedah, itupun saat ini masih menempuh pendidikan di pulau Jawa. Dan mereka merupakan putra daerah Kabupaten Paser,” tandasnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.