Polres Paser Siap Berantas Pengetap

Polres Paser Masih Dilema

Anggota Polres Penajam Paser Utara melakukan razia disalah satu SPBU mencegah aksi beli borong BBM (Dika - Hello Borneo)

Anggota Polisi melakukan razia disalah satu SPBU mencegah aksi beli borong BBM (Dika – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Seribu satu macam cara orang mencari makan, dari menjual koran sampai menjual kehormatan, banyak orang berkata dalam mencari nafkah, cari yang haram saja sudah susah. Apalagi yang halal. Itulah sepenggal kutipan dari lirik lagu Rhoma Irama.

Rapal JKN

Dalam polemik masyarakat yang jengah terhadap Pengetap membuat petugas kepolisian dilema dalam mengambil tindakan. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, contohnya meski sudah sering dilakukan shock terapi pada para pengetap. Namun aksi tersebut masih marak terjadi.

Kapolres Paser AKBP Cristian Torry melalui Kasat Reskrim Polres Paser AKP Aldi Alfa Faroqi yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini masih dilema dalam menghadapi para pengetap. Bahkan untuk melakukan tindakan pihaknya tetap pilih-pilih dalam menentukan targetnya.

“Memang gerah melihat maraknya aksi pengetap, tapi untuk mengambil tindakan kami masih melihat si pelakunya dahulu,” terang Aldi.

Pasalnya di tengah melesunya perekonomian, dan banyaknya perusahaan batu bara gulung tikar. Mau tidak mau, banyak orang yang banting setir pekerjaan menjadi pengetap dan menjual bahan bakar di pinggiran jalan.

“Menjadi pengetap tidak terlalu buruk, karena di tengah perekonomian yang melesu ini. Profesi tersebut menjadi sedikit solusi bagi sebagian masyarakat untuk mencari sesuap nasi,” ungkap Aldi.

“Namun bukan berarti pihaknya tinggal diam, sampai sejauh ini pihaknya tetap berupaya melakukan tindakan. Namun memang untuk penangkapan masih melihat unsur-unsur lainnya,” jelasnya.

Apalagi Aldi mererka berpendapat beralih menjadi pengetap jauh lebih baik, dari pada lari ketindakan melawan hukum seperti mencuri, menjabret atau menjadi seorang begal.

“Memang desakan ekonomi menjadi pengetap lebih baik, daripada melakukan aksi melawan hukum. Namun harus tetap memperhatikan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat,” tandas Aldi. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.