Natal Bersama Kabupaten Paser Dijaga Ketat

Rapal JKN/N Sya

 

Meriah. Perayaan natal bersama di Kabupaten Paser berlangsung meriah. (Rapal JKN/N Sya)

Meriah. Perayaan natal bersama di Kabupaten Paser berlangsung meriah. (Rapal JKN/N Sya)

Tana Paser, helloborneo.com – Lebih dari tiga pekan sudah hari Natal umat Kristiani lewat, namun perayaanya tidak berenti begitu saja. TNI, Polri, PNS bersama dengan masyarakat Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kembali mengelar Natal bersama di GOR Tapis, Jalan Piere Tendean, Sabtu (16/1) malam, yang dijaga ketat.

Pasca aksi teror di ibukota dan penangkapan terduga teroris di Balikpapan, membuat perayaan Natal kali ini mendapatkan penjagaan yang ketat. Polri dan TNI bersama-sama menjaga kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

Selain hadirnya Uskup Agung Samarinda serta Cristy dan Sandy Idol, turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati terpilih Yusriansyah dan Mardikansyah.

Kapolres Paser AKBP Cristian Torry melalui Kompol D.Sitohang sebagai ketua panitia pelaksanaan Natal bersama mengatakan, perayaan natal bersama kali mengusung tema “Hidup Sebagai Keluarga Allah”, dan sub temanya ” Dengan semangat natal kita bangun kebersamaan dalam keberagamaan untuk mewujudkan Paser yang maju, makmur, sejahtera dan berkeadilan”.

“ Melalui tema ini kami ingin memaknai, Kabupaten Paser nantinya bisa menjadi masyarakat mandiri, aman, bertoleransi dan sejahtera,” terang Sitohang.

Lanjutnya, mengingat perayaan ini kali pertama diadakan besar-besaran di Kabupaten Paser, antusias Jemaat Kristiani ternyata sangat luar biasa. GOR Tapis tampak penuh di hadiri Jemaat dari penjuru Kabupaten Paser. Semua Jemaat ikut berdendang dan bertepuk tangan mengiringi lagu-lagu pujian yang dinyanyikan Cristy dan Sandy Idol.

“Perayaan ini sangat positif, kami dapat bertemu dan berkumpul dengan Jamaat Kristiani dari setiap Kecamatan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan setiap tahunnya,” ungkap Maria Indriani salah satu Jamaat Kristiani Tanah Grogot.

Sedangkan di tempat berbeda Cristian Torry saat ditemui menyampaikan, harapan dari perayaan natal dapat sesuai dengan tema dan sub tema yang dipilih. Yaitu membangun kebersaman dalam sebuah keberagamaan.
“Diharapkan kita dapat terus hidup rukun antar umat beragama,” tutup Torry. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.