Mustaqim Lepas Ponton di Pelabuhan Benuo Taka

Suherman

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (baju hitam) saat uji coba Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung (Suherman - Hello Borneo)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (baju hitam) saat uji coba Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melepas kapal  TB Marine Power 3026, yang menarik ponton bermuatan 7.500 ton batu bara di Pelabuhan Benuo Taka sebagai uji coba pengoperasian pelabuhan milik pemerintah setempat tersebut.

“Pelepasan kapal kapal  TB Marine Power 3026 yang kan menuju Cirebon, Jawa Barat itu diharapkan menjadi awal yang baik untuk perkembangan perekinomian di Penajam Paser Utara,” kata Wabup Mustaqim disela-sela uji coba pengoperasian Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung, Senin.

Menurut Mustaqim, pelepasan kapal  tongkang pertama kali  sebagai langkah percepatan yang dicanangkan pemerintah daerah untuk peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) dari retribusi  pelabuhan.

“Pelabuhan yang berada di Kawasan Industri Buluminung itu akan menjadi tumpuhan perekonomian di Benua Taka atau Kabupaten Penajam Paser utara,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informasi (Dishubbudpar dan Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan menambahkan, kegiatan uji coba untuk mengetahui kelayakan pelabuhan dengan luas 15 hektar tersebut.

“Dari uji coba itu para investor akan mengetahui, bahwa Pelabuhan Benuo Taka sangat layak untuk kegiatan bongkar muat di Kawasan Propinsi Kalimantan Timur,” katanya.

Namun untuk saat ini lanjut Ady Irawan, belum bisa diketahui basaran PAD yang didapat pemerintah daerah melalui pungutan retribusi pelabuhan sisi darat tersebut, karena besaran nilai pungutan masih terkendala oleh patokan nilai pungutan retribusi masuk pelabuhan pada perda (peraturan daerah).

“Kalau untuk sisi Laut retribusi tambat labuh dilakukan oleh Syahbandar melalui Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan atau KSOP,” ujarmya.

“Basaran retribusi pelabuhan sisi darat itu masih dalam proses pembahasan dengan DPRD setempat, diharapkan dalam waktu dekat sudah rampung,” katanya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.