Polres Penajam Dalami Aduan Tumpang Tindih Lahan

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendalami aduan terkait permasalahan tumpang tindih lahan dari masyarakat di daerah itu.

“Kami sudah banyak menerima aduan masalah tumpang tindih lahan, dan kami masih dalami aduan dari masyarakat itu,” kata Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisris Besar Raden Djarot Agung Riadi, saat dihubungi di Penajam, Kamis.

Namun menurut Kapolres, masyarakat maupun perusahaan hanya menyampaikan permasalahan tumpang tindih lahan dan meminta petunjuk untuk penyelesaian permasalahan tumpang tindih lahan tersebut, sehingga belum ada laporan resmi terkait tumpang tindih lahan itu.

Berdasarkan hasil lidik lanjut Djarot Agung Riadi, polisi menemukan permasalahan tumpang tindih lahan yang melibatkan antara masyarakat dengan perusahaan. Dimana masyarakat mengklaim sebagian lahan perusahaan merupakan milik masyarakat.

“Laporan resmi terkait tumpang tindih lahan sampai saat ini belum ada. Aduan permasalahan lahan paling banyak antara masyarakat dengan perusahaan,” jelasnya.

Kapolres Djarot Agung Riadi sangat menyayangkan, masyarakat terlambat mengajukan keberatan terkait tumpang tindih lahan tersebut. Seharusnya sejak awal masyarakat mempermasalahkan, jika sebagian lahan masyarakat masuk wilayah perusahaan.

“Akan jadi tanda tanya, jika lahan itu sudah ditanami sawit dan sudah ada hasilnya baru dipermasalahkan,” ujarnya.

Djarot Agung Riadi berharap, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, dapat memfasilitasi penyelesaian tumpang tindih lahan yang terjadi tersebut, karena pembebasan lahan di daerah ini melalui prosedur pemerintah setempat.

Selain itu perusahaan juga harus mengakomodir keinganan masyarakat tambah Kapolres, sehingga permasalahan lahan antara perusahaan dengan masyarakat cepat terselesaikan, dengan memenuhi plasma atau melaksanakan program penyaluran CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

“Jangan sampai permasalahan lahan itu ditunggangi pihak ketiga yang mau mengambil keuntungan. Saya harapkan permasalahan tumpang tindih lahan yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara itu dapat diselesaikan dengan baik,” katanya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.