Yusran Aspar : Pertanian di Penajam Masih Terkendala Sumber Air

AH Ari B

 

Penajam, halloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar mengatakan pengembangan sektor pertanian di daerah itu masih terkendala sumber air untuk memenuhi kebutuhan pengairan ribuan hektare lahan persawahan.

“Upaya pengembangan sektor pertanian masih terkendala beberapa faktor, terutama untuk pemenuhan pengairan yang selama ini masih tergantung pada hujan,” kata Bupati Yusran Aspar, saat dihubungi di Penajam, Jumat.

Pengembangan tanaman padi di Kabupeten Penajam Paser Utara, lanjut Yusran Aspar, terkendala belum meratanya pembangunan irigasi yang mensuplai kebutuhan air ke ribuan hektare lahan persawahan dan ketersediaan air.

“Pembangunan sarana prasarana irigasi atau bendungan untuk pengairan lahan persawahan belum merata dan sumber air sehingga petani dapat menanam padi secara serempak,” jelasnya.

Menurut Yusran Aspar, selama ini pola para petani menanam padi dengan mengikuti cuaca atau musim, karena sebagian besar areal persawahan di Benuo Taka atau Kabupaten Penajam Paser Utara, masih mengandalkan air tadah hujan.

“Sawah di wilayah Penajam Paser Utara, masih mengandalkan air tadah hujan sehingga petani hanya mampu menggarap sawah sekali dalam setahun,” ujarnya.

Untuk bisa mendapatkan pasokan air yang memadai bagi lahan persawahan kdi wilayah Penajam Paser Utara, kata Yusran Aspar, masih terkendala kewenangan karena sumber air terbesar di Sungai Talake yang berada di wilayah Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

“Saya berharap rencana pembangunan bendungan Sungai Talake tersebut, dapat segera dilaksanakan untuk mengatasi persoalan petani di Kecamatan Babulu sebagai sentra beras di Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.