Kades Tepian Batang Rancang Warga Desa Mandiri

MR Saputra

 

Kepala Desa Tepian Batang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Asbullah. (MR Saputra - Hello Borneo)

Kepala Desa Tepian Batang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Asbullah. (MR Saputra – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Kepala Desa Tepian Batang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Asbullah merencanakan empat sektor yaitu pertanian, perikanan, perternakan dan perkebunan sebagai tujuan utama pengentasan kemiskinan di tahun 2016 ini melalui warga desa mandiri.

Meningkatkan produktivitas penduduk melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan dan sektor perkebunan menjadi perhatian dari serius pemerintah. Empat sektor tersebut harus dilakukan masyarakat untuk mengoptimalkan penghasilan selain yang didapatkan di tempat kerja atau perkantoran.

“Saya lihat di Desa Tepian Batang minimal satu kepala keluarga punya lahan setengah hektar dan itu masih yang paling kecil. Rata-rata mereka punya lahan kebun masih kosong. Tetapi karena Tepian Batang lahannya sebagian besar itu rawa dan lahan kebun sudah tidak ada, makanya kita kuatkan di program pertanian dulu,” papar Asbullah.

Disampaikan Asbullah, sekarang ini masyarakat jadi tidak menghiraukan usaha sampingan dan hanya berfokus pada pekerjaan dikantoran. Padahal usaha sampingan seperti berkebun, bertani, berternak dan perikanan merupakan tabungan dan tambahan penghasilan keluarga.

“Melihat banyaknya lahan yang di miliki warga Tepian Batang, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Lahan sudah di sediakan warga, tinggal pemerintah yang memberikan fasilitasnya,” ucap Asbullah.

Lanjut Asbullah, saat ini rencananya untuk fokus pada pengembangan masyarakat desa melalui sektor pertanian. Dari pertanian itu mulai membuka sektor perikanan, lalu peternakan dan terakhir perkebunan.

“Nah maksud saya lahan pertanian dikuatkan dulu, baru setelah itu setiap kepala keluarga harus memiliki kolam minimal ukuran 3×4 untuk pelihara ikan, tanam kangkung atau genjer. Setelah itu bisa juga warga diberikan hewan ternak bebek atau ayam. Dan kalau ada lahan basah kering bisa ditanami sawit atau karet,” lanjut Asbullah.

Jika berhasil dengan sektor pertanian, perikanan, peternakan dan sektor perkebunan, setiap kepala keluarga di Tepian Batang akan menghasilkan uang setidaknya Rp2,5 juta perbulan. Itulah rancangan pengentasan kemiskinan yang betul-betul dipikirkan Asbullah.

Kemudian dengan rencana ini, Asbullah mulai mendiskusikannya dengan guru dan dosen di SMKN 2 dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Paser untuk bekerja sama. Dua instansi pendidikan itu akan membantu menyalurkan ilmunya agar masyarakat tahu bagaimana bertani yang baik dan benar.

“Nanti SMKN 2 dengan Stiper kan punya keterampilan khusus, SMKN 2 kalau ada siswanya yang praktek lapangan bisa ke desa kita. Stiper juga gitu kalau ada penelitian dan lainnya bisa sambil membantu kita. Kan sayang kalau ilmu mereka tidak diterapkan, kalau cuma teori saja pasti berbeda sama di lapangan,” tutup Asbullah. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.