Polres Penajam Ringkus 7 Orang Terkait Narkoba

AH Ari B

 

Ketiga pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (Dika - Hello Borneo)

Ketiga pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sepanjang Januari hingga Februari 2016 meringkus 7 orang terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti seberat 33 gram.

“Selama Januari hingga Februari 2016, kami berhasil mengungkap lima kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu serta berhasil menyita barang bukti seberat 33 gram.” ungkap Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar, Raden Djarot Agung Riadi di Penajam, Jumat.

“Satuan Resnarkoba Polres Penajam Paser Utara, berhasil meringkus lima orang pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba pada Januari 2016 dengan barang bukti 26,95 gram sabu-sabu,” jelas Djarot Agung Riadi.

Sedangkan dua pelaku lainnya yakni, HB (30) dan Ld (28) yang diduga sebagai pengedar narkoba di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Kapolres, berhasil diringkus Satuan Resnarkoba Polres Penajam Paser Utara pada Februari 2016.

“Penangkapan HB dan Ld tersebut berlangsung pada Jumat (5/2) sekitar pukul 04.00 Wita. Dari tangan HB dan Ld, polisi menyita sabu-sabu seberat 6,05 gram dengan total nilai diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta,” jelas Djarot Agung Riadi.

Polres Penajam Paser Utara, menurut Kapolres, telah menetapkan tersangka kepada tujuh pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut sebagai pemakai dan pengedar, terancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, sesuai intruksi Kapolri, tambah Djarot Agung Riadi, Polres Penajam Paser Utara, juga melaksanakan operasi kewilayahan mandiri atau Operasi Anti Narkoba Mahakam 2016, sebagai upaya menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. (bp/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.