Sembilan Warga Balikpapan Meninggal Akibat DBD

Bagus Purwa

 

Balikpapan, helloborneo.com – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mencatat sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat terjangkit penyakit demam berdarah dengue atau DBD sejak awal Januari hingga Maret 2016.

“Sampai Maret 2016, tercatat 816 kasus DBD dengan sembilan orang di antaranya meninggal dunia, kata Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina saat dihubungi di Balikpapan, Selasa.

Namun, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, belum menetapkan KLB (kejadian luar biasa) karena tidak terjadi peningkatan kasus DBD, walaupun kasus meninggal akibat DBD meningkat.

“KLB itu bukan karena kematian meningkat tapi karena kasusnya yang meningkat. Kalau kasus meningkat bukan berarti kami diam, mencari tahu kareba kematian plus atau diperberat dengan penyakit lainnya, seperti dengan DBD plus encipalitis, plus diabetes militus,” jelas Balerina.

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, menurut dia, akan melakukan penelitian lebih lanjut atas kasus kematian DBD yang meningkat tersebut, berkoordinasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui korban meninggal itu murni karena DBD atau diperberat dengan penyakit sekunder lainnya.

“Kami ingatkan kembali, agar warga bersama kader jentk dan posyandu serta petugas puskesmas melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk atau PSN, menguras, menutup dan mengubur (3M) serta mau menerima jika ada fogging,” ujar Balerina.

Pemerintah Kota Balikpapan, tambahnya, belum memiliki peraturan daerah terkait bahaya DBD, namun jika ada pihak atau warga yang menolak program pemberantasan nyamuk dapat dikenakan sanksi.

“Kami masih lakukan tindakan persuasif, kami minta masyarakat berperan aktif membersihkan lingkungan sekitar untuk memberantas sarang nyamuk “Aedes Aegypti” di lingkungan masing-masing dengan gerakan 3M,” jelas Balerina. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.