Seniman Waru Siap Gelar Festival Kaki Gunung 2016

Gusti

 

Flyer Festival Kaki Gunung 2016. (Ist)

Flyer Festival Kaki Gunung 2016. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pagelaran Festival Kaki Gunung 2016 untuk kedua kalinya siap digelar 27-28 Mei mendatang. Kegiatan para seniman ini akan berpusat di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kegiatan ini nantinya akan diisi oleh seniman lokal seputaran Kabupaten Penajam Paser Utara, baik musik, teater, dengan melibatkan masyarakat umum seperti  kelompok-kelompok tani, pelajar, guru, pemuda, bahkan anak-anak untuk ikut berpartisipasi.

Jamal, salah satu penggiat seni tradisi yang juga inisiator penyelanggara acara mengatakan selama ini daerahnya memiliki intensitas kuat terhadap usaha-usaha pemberdayaan masyarakat melalui kerja kebudayaan.

“Festival Kaki Gunung 2016 dimaksudkan bukan hanya menjadi milik masyarakat Kecamatan Waru apalagi masyarakat Desa Bangun Mulya, tetapi diharapkan bisa menjadi milik masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara secara luas,” terang Jamal pada helloborneo.com, Minggu (22/5).

“Syukur-syukur kegiatan ini dijadikan agenda tahunan bagi desa atau kecamatan lain sehingga akan tumbuh kantong-kantong kebudayaan masyarakat dan diharapkan dapat memberi kontribusi menumbuhkembangkan potensi lokal, melalui kegiatan yang bersifat partisipatif tanpa harus menghabiskan anggaran daerah yang besar,” ungkap Jamal.

Festival Kaki Gunung 2016 akan diselenggarakan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu pertama berupa kegiatan arak-arakan kampong dengan tema “Silaturahmi Bumi” sebagai wujud rasa syukur dan dimulai dari area persawahan, dan yang kedua adalah Gelar Seni Puncak Gunung.

Pada kesempatan lain, Budi Utomo, Kepala Desa Bangun Mulya mengatakan kegiatan ini harus didukung penuh karena membuka ruang yang sangat luas bagi tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat dalam segala bentuk dan ekspresinya tanpa ada pretensi untuk menggurui.

“Kedepan kami akan mencoba mendukung sedemikan rupa, terutama melalui pengadaan dan pembangunan fasilitas yang diperlukan, dan tentu saja setelah melalui persetujuan masyarakat, dengan kata lain dalam hal ini kami siap dijadikan “Pilot Project”,” ungkap Budi Utomo.

Sementara itu, M. Yusuf, Ketua BPD Bangun Mulya menambahkan kegiatan ini semoga menginspirasi banyak pihak karena berhasil membongkar paradigma berpikir “mainstream” bahwa kegiatan festival selalu identik menggunakan dana yang besar.

“Bukan sulap bukan sihir, penyelenggara kegiatan Festival Kaki Gunung Ke-2 tidak menggunakan anggaran sepeserpun. Seluruh rangkaian kegiatan yang ada bersifat partisipatif dan sukarela,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.