Empat Pecatur Penajam Raih Medali Kejurprov

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Empat pecatur junior Kabupaten Penajam Paser Utara meraih medali pada Kejurprov Catur Kaltim junior 2016 (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Empat pecatur junior Kabupaten Penajam Paser Utara meraih medali pada Kejurprov Catur Kaltim junior 2016 (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Empat pecatur Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berhasil meraih medali pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kaltim tingkat junior 2016.

“Empat pecatur kami berhasil menyabet beberapa medali di Kejurprov Catur Junior yang digelar di Kota Balikpapan, yang digelar mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2016,” kata Sekretaris Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Penajam Paser Utara, Badriansyah, di Penajam, Senin.

Empat pecatur tersebut lanjut ia, yakni Novandra Netnya mampu meraih medali emas, Haenisa Gusti meraih medali perak dan Niken Nurhaini serta Alvan Royansyah masing-masing memperoleh medali perunggu.

Menurut Badriansyah, Kejurprov tersebut selain sebagai ajang atlet untuk mengukur diri, juga menjadi wadah seleksi bagi atlet junior untuk mengikuti kejuaraan nasional di Jambi.

“Pada Kejurprov itu menyeleksi atlet catur junior, termasuk atlet dari Penajam Paser Utara, untuk mewakili pada kejuraan nasional mendatang,” ujarnya.

Badriansyah menjelaskan, para atlet catur Kabupaten Penajam Paser Utara, selama ini memiliki kualitas yang baik, tidak kalah dengan pecatur lainnya yang ada di Kalimantan Timur.

Namun, masih kurangnya pembinaan di daerah, sehingga kemampuan dan mental bertanding atlet catur Kabupaten Penajam Paser Utara, masih sangat terbatas.

“Padahal jika dilakukan pembinaan dengan baik, pecatur Penajam Paser Utara itu akan mampu meraih prestasi dan membawa nama daerah Penajan Paser Utara,” jelas Badriansyah.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada Percasi Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pembinaan terhadap atlet catur yang ada di daeah itu.

“Selama mengikuti turnamen atau kejuaraan catur, kami menggunakan anggaran sendiri, sehingga segala sesuatunya sangat terbatas,” tambah Badriansyah. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.