Bupati Instruksikan Disdikpora Penajam Pinjam Mebel Sekolah

AH Ari B

 

Siswa-siswi SD Negeri 039 Penajam bisa belajar dengan baik setelah mendapatkan bantuan pinjam pakai kursi dan meja dari Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara (AH Ari B - Hello Borneo)

Siswa-siswi SD Negeri 039 Penajam bisa belajar dengan baik setelah mendapatkan bantuan pinjam pakai kursi dan meja dari Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, instruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga setempat meminjampakaikan meja dan kursi untuk SD Negeri 039 Penajam.

“Kami sudah meminjam kursi dan meja untuk memenuhi kekurangan meja dan kursi pendukung kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 039 Penajam sesuai instruksi kepala daerah,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara Marjani, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara meminjam sebanyak 41 unit meja dan bangku tersebut dari dua sekolah dasar di Kecamatan Penajam, yakni SD Negeri 001 dan SD negeri 038.

Menurut Marjani, 41 unit meja dan kursi pendukung belajar mengajar itu untuk siswa kelas II. III dan kelas IV SD Negeri 039 yang baru dibuka pada tahun ini (2016).

Ia berharap dengan adanya sarana prasarana mebel atau perabotan sekolah tersebut, mutu dan kualitas belajar mengajar di SD Negeri 039 Penajam dapat lebih ditingkatkan.

Sementara untuk menenuhi kebutuhan sarana prasarana sekolah lainnya seperti SMP Negeri 08 dan SD Negeri 08 Babulu, lanjut Marjani, instansinya telah mengusulkan  Rp1 miliar untuk pengadaan mebel atai perabotan sekolah.

“Kami usulkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pengadaan sarana prasarana sekolah pada APBD Perubahan 2016,” ujarnya.

Marjani menyatakan kekurangan mebel atau perabotan sekolah tersebut, akibat keterbatasan anggaran Disdikpora, karena dipangkas pemerintah daerah seiring semakin menurunnya pendapatan daerah.

Kepala SD Negeri 039 Penajam, Surian menambahkan bentuan meja kursi dari Disdikpora itu sudah cukup membantu kegiatan belajar mengajar.

“Banyak orang tua musrid yang mengeluhkan anaknya mengalami sakit pinggang, karena belajar di lantai,” jelasnya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.