Distanak Penajam Rangking Pemeliharaan Sapi “Brahman Cross”

AH Ari B

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno (AH Ari B - Hello Borneo)

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merangking tingkat kelahiran dan kematian sapi jenis “brahman cross” untuk meningkatkan populasi sapi bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Kami melakukan berbagai cara untuk meningkatkan populasi sapi ‘brahman cross’,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan rangking tingkat kelahiran dan kematian sapi tertinggi di masing-masing kelompok tani penerima bantuan sapi dari pemerintah pusat tersebut.

Pengawasan jumlah kelahiran atau kematian sapi jenis “brahman cross” tersebut menurut Arief Murdiayatno, sekaligus untuk mengetahui keberhasilan parawatan sapi bantuan pemerintah pusat itu di masing-masing kelompok tani.

Kriteria perangkingan itu lanjut dia, maliputi tingkat kelahiran, kesakitan dan kematian induk maupun anak sapi.
“Kelompok tani penerima bantuan sapi ‘brahman cross’ yang memiliki peringkat tertinggi dalam jumlah kelahiran dipastikan akan dipertahankan,” jelas Arief Murdiyatno.

Sementara kelompok tani penerima bantuan sapi dari pemerintah pusat yang memiliki peringkat terendah, terancam sapinya akan dialihkan kepada kelompok tani lain.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara teleh memberikan teguran kepada Ketua Kelompok Tani Sinar Maju di Kecamatan Babulu.

“Kami berikan surat peringatan kepada Kelompok Tani Sinar Maju, karena dinilai lalai dari segi pakan dan perawatan anak sapi atau pedet, sehingga menimbulkan kematian,” ujar Arief Murdiayatno.

Ia meminta masing-masing kelompok tani penerima bantuan sapi jenis “brahman cross” memberikan nilai terhadap sapi yang dirawatnya.

Pemberian nilai tersebut tambah Arief Murdiyatno, untuk melihat tingkat kegemukan sapi agar tidak berpengaruh terhadap sistem reproduksi. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.