Dispenda Penajam Optimalkan Pungutan Pajak Sarang Walet

AH Ari B

Potensi PAD dari Sarang Burung Walet Cukup Besar (L Gustian – Hello Borneo)

Potensi PAD dari Sarang Burung Walet Cukup Besar (L Gustian – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berupaya mengoptimalkan pungutan pajak sarang burung walet sebesar 10 persen dari total hasil produksi pengusaha walet untuk meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.

Kepala Dispenda Kabupaten Penajam Paser Utara Tur Wahyu Sutrisno, saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu, mengatakan instansinya terus berupaya mengoptimalkan objek pajak yang masih tergolong minim.

“Salah satunya kami optimalkan pungutan pajak sarang burung walet, yang realisasi pungutan pajaknya masih sangat minim,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga Oktober 2016, pendapatan daerah dari sektor pajak sarang burung walet baru terealisasi Rp35 juta dari target yang ditetapkan sekitar Rp55 juta.

“Hingga triwulan keempat tahun ini (2016), realisasi penerimaan dari sektor pajak sarang burung walet mencapai 63 persen,” jelas Tur Wahyu Sutrisno.

Selain mengoptimalkan pungutan pajak sarang burung walet, Dispenda Kabupaten Penajam Paser Utara juga berupaya meningkatkan penerimaan pajak hotel.

Menurut Tur Wahyu Sutrisno, sampai Oktober 2016 penerimaan pajak hotel, baru tercapai 68,79 persen dari target yang ditetapkan sekisar Rp125 juta.

“Minimnya realisasi pajak hotel itu, dipengaruhi penurunan ekonomi masyarakat pada saat ini karena krisis ekonomi,” ujarnya.

Dispenda Kabupaten Penajam Paser Utara akan terus melakukan sosialisasi kepada para wajib pajak serta memaksimalkan semua potensi pendapatan asli daerah agar pencapaian dapat lebih optimal.

“Salah satu upaya meningkatkan pendapatan, kami akan lebih maksimalkan potensi PAD (pendapatan asli daerah) yang ada di masing-masing satuan kerja perangkat daerah atau SKPD,” ucap Tur Wahyu Sutrisno.

Kendati pencapaian sejumlah objek pajak hingga triwukan keempat masih tergolong rendah, namun ia optimistis realisasi PAD 2016 dapat terkumpul melebihi dari target yang sudah ditetapkan sekitar Rp73 miliar. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.