Produksi Sampah Balikpapan 411 Ton per Hari

Bagus Purwa

 

Balikpapan, helloborneo.com – Sampah yang dihasilkan seluruh masyarakat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mencapai sekitar 411 ton per hari.

“Sampah yang dihasilkan seluruh masyarakat yang diangkut oleh petugas kebersihan ke tempat pembuangan akhir atau TPA Manggar itu mengalami peningkatan,” kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Balikpapan, Susarno ketika dihubungi helloborneo.com di Balikpapan, Senin.

Menurut dia, peningkatan volume sampah itu terjadi, seiring perkembangan kota dengan penambahan jumlah penduduk, serta makin terbukanya pemukiman baru. Di mana pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan meningkat sekitar 4,75 persen per tahun.

“Pada 2015 produksi sampah 390 ton per hari, kini pada 2016 produksi sampah di Balikpapan mencapai 411 ton per hari pada hari normal, kalau pada hari-hari besar produksi sampah bisa dua kail lipat,” ungkap Susarno.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi sampah yang dihasilkan masyarakat masih didominasi sampah rumah tangga, penyebab tingginya volume sampah yang dibuang ke TPS (tempat pembuangan sementara) yakni, pertumbuhan penduduk yang terus bertambah.

Jumlah penduduk Kota Balikpapan pada 2015 lanjut Susarno, hanya sekitar 685.000 jiwa, sedangkan pada 2016 menjadi 752.000 jiwa.

“Kami perkirakan sampah yang dihasilkan setiap masyarakat lebih kurang 0,6 kilogram per hari, kalau ditotal produksi sampah bisa mencapai 524 ton per hari,” jelasnya.

Sementara kemampuan angkut sampah petugas kebersihan maksimal 400 ton per hari, keterbatasan tersebut karena terbatasnya personil dan kendaraan operasional DKPP Kota Balikpapan bagian pengangkutan yang mengangkut sampah dari setiap TPS ke TPA Manggar.

“Berdasarkan data, kenaikan produksi sampah sejak awal 2016 mencapai 100 ton per hari, dan produksi sampah itu akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.” ujar Susarno.

Dia berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk mengolah dan memilah sampah, jangan langsung dibuang ke TPS.

“Perlu kesadaran masyarakat di lingkungan masing-masing untuk mengolah sampah, jika dikelola sampah dapat menghasilkan, seperti bank sampah yang kini berjalan,” tambah Susarno. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.