Tiga Investor Berminat Biayai Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan

Ari. B

Bupati PPU Yusran Aspar.

Penajam, helloborneo.com – Sedikitnya tiga investor dari luar negeri dikabarkan berminat membiayai pembangunan jembatan tol penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan di atas teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Nilai ekonomis pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan itu cukup tinggi, sehingga ada investor yang tertarik,” jelas Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Yusran Aspar menjelaskan, tiga investor yang berminat membiayai pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan itu, di antaranya dari China dan Uni Emirat Arab.

Hingga kini, berkas perencanaan teknis atau “detail engineering design” (DED) pembangunan jembatan jembatan itu masih dievaluasi Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).

Berkas perencanaan teknis itu sebelumnya sempat dikembalikan oleh BPJT, karena dianggap masih terlalu kasar.

“DED pembangunan jembatan tol penghubung itu sudah selesai dievaluasi serta disusun ulang dan sudah diserahkan kembali kepada BPJT,” kata Yusran Aspar.

Yusran Aspar berharap lelang investasi yang diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat segera dilaksanakan, minimal pada tahun ini.

“Jika lelang proyek pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan segera dilakukan, maka pemancangan tiang perdana jembatan dapat dilakukan pada awal 2018,” ujarnya.

Bupati Penajam Paser Utara awalnya menargetkan pemancangan tiang perdana jembatan tol sepanjang 6,1 kilometer dengan lebar 33 meter tersebut dapat dilaksanakan pada 2017.

Biaya pembangunan jembatan dengan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan laut tertinggi itu diperkirakan naik antara 10 hingga 20 persen dari perhitungan awal Rp5,6 triliun akibat inflasi.

Sesuai kesepakatan, lanjut Yusran Aspar, pembiayaannya secara konsorsium masing-masing 55 persen dari PT Waskita Karya, 25 persen Pemprov Kaltim, 15 persen Pemkab Penajam Paser Utara dan 5 persen Pemkot Balikpapan.

Sementara desain jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu disepakati menggunakan dua pilar untuk mengurangi besarnya biaya pembangunan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.