BKPP Penajam Belum Bisa Tekan Perceraian PNS

Bagus Purwa

BKPP Kab. PPU.

Penajam, helloborneo.com – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum bisa menekan angka perceraian pegawai negeri sipil di daerah setempat yang tergolong cukup tinggi.

“Upaya preventif yang bisa dilakukan menyampaikan imbauan agar PNS menjaga keharmonisan rumah tangga,” kata Kepala BKPP Kabupaten Penajam Paser Utara Surodal Santoso, ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, belum lama ini.

Menurut dia, belum ada upaya khusus untuk menekan angka perceraian PNS (pegewai negeri sipil) di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara hanya bisa berperan aktif untuk menjadi penengah dalam proses mediasi pasangan PNS yang mengajukan perceraian, agar bisa rujuk kembali.

Namun, langkah mediasi yang diupayakan kerap terkendala, sebab salah satu pihak tidak bisa dihadirkan untuk menjalani proses mediasi tersebut.

Untuk itu BKPP Kabupaten Penajam Paser Utara berencana melakukan sosialisasi dan menggalakkan pembinaan dalam rumah tangga untuk menekan angka perceraian PNS.

Informasi yang diperoleh menyebutkan selama enam tahun terakhir, sedikitnya 74 PNS di Kabupaten Penajam Paser Utara yang bercerai, mayoritas dialami tenaga pendidik atau guru.

Surodal Santoso membenarkan, kasus perceraian tertinggi terjadi pada 2015 sebanyak 20 kasus, pada 2016 turun menjadi 18 kasus dan pada 2017 tercatat sebanyak 14 kasus.

Sedangkan pada 2014 perceraian PNS di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat sebanyak 10 kasus, 2013 tiga kasus dan pada 2012 sebanyak enam kasus.

Sementara sepanjang 2018 lanjut Surodal Santoso, tercatat ada enam usulan berkas perceraian PNS masuk di BKPP Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Data perceraian di kalangan pegawai negeri sipil itu didominasi pihak perempuan yang mengugat cerai, yakni lebih kurang 67 persen,” ungkapnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.