Neni Takut Pemilih Pilgub Sepi

Arsyad Mustar

Tiket Mudik Gratis PKT Rawan Jadi Pemicu Turunnya Hak Suara

Walikota Bontang Neni Moerniaeni saat memimpin apel operasi ketupat mahakam 2018, di mapolres bontang (Fanny for Helloborneo)

Bontang, helloborneo.com – Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyayangkan banyak masyarakat mudik menjelang pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018.

Neni khawatir di Kota Bontang terjadi kekurangan hak suara. Mengingat, pilgub kaltim yang jatuh pada 27 Juni hanya tinggal beberapa hari saja setelah perayaan ldulfitri.

“BUMN banyak memberi mudik gratis. Harusnya, ini terantisipasi,” ujar Neni kepada awak media usai memimpin Apel Operasi Ketupat Mahakam 2018, di Kantor Mapolres Bontang, Rabu (6/6).

Jika tiketnya pulang pergi menurutnya tidak masalah. Namun yang diberikan perusahaan hanya tiket pergi saja “Ini rawan. Karena bisa saja yang belum punya uang lambat balik,” katanya.

Ia pun memprediksi, jumlah pemilih di Bontang pada pilgub akan menurun. Apalagi, kata Neni,
11 hari setelah lebaran sudah penyelenggaraan pilgub. “Warga mudik yang diberangkatkan ada sekitar 3.000 an,” tuturnya.

Yang diharapkan Neni, tiket mudik gratis yang diberikan Pupuk Kaltim itu bukan cuman tiket pergi saja, melainkan disertai tiket pulang. “Kemarin itu yang kita harapkan tiketnya pulang pergi. Tapi semoga mudiknya lancar aja. Tapi ditekankan cepat balik,” tukasnya.

Diketahui, ada sekitar 2.899 warga memilih mudik lebaran melalui jalur laut. Jumlah tersebut tercatat sejak keberangkatan pertama arus mudik jalur laut dari Pelabuhan Loktuan, Jumat (1/6) lalu. Rinciannya, sebanyak 1.259 penumpang di kloter pertama, dan 1.640 di kloter kedua, Senin (4/6/). (am/tan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *