Perwakilan PT H2O di Bontang Jadi Tersangka

Arsyad Mustar

Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti. (Ist)

Bontang, helloborneo.com – Md selaku perwakilan perusahaan PT Travel Hasyid Oetama (H2O) di Bontang ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan penipuan.

Md yang bertugas mencari dan mengumpulkan uang dari pengguna jasa, itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bontang sejak pertengahan Juni lalu.

“Dari hasil penyidikan, Md disangka menggelapkan uang sebesar Rp 850 juta,” kata Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti.

Siswanto menjelaskan, secara keseluruhan uang jamaah asal Bontang mencapai Rp 3,5 miliar. Namun tidak semua menyetor kepada Md. Selebihnya dikirim langsung ke rekening H2O.

Perwira berpangkat dua melati itu mengungkapkan, ada pun uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersangka yakni sebanyak Rp 850 juta. “Tapi selama penyidikan, tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka,” terangnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan mengingat kondisi kesehatan tersangka yang tak memungkinkan. Meski kata dia, Md sempai ditahan satu hingga dua hari.

“Keluarga memberikan riwayat penyakit tersangka, jadi kami tangguhkan. Penangguhan dilakukan sampai kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan negeri (Kejari) Bontang,“ ujarnya.

Setelah itu, lanjut Siswanto, akan menjadi wewenang kejaksaan apakah ditahan atau tidak. Kasus ini mencuat pada September 2016. Hal itu setelah PT H2O gagal memberangkatkan jamaahnya.

“Sudah bermasalah sejak 2014. H2O ini juga tidak mengantongi izin dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag),” imbuhnya.

Diketahui, saat itu para calon haji sudah dikumpulkan di mes H2O di Jakarta. Namun, setelah itu, tidak ada tindak lanjut. Salah satu jamaah mengaku sudah menyetor Rp 100 juta.

“Seperti yang diketahui jumlah korban sebanyak 50 orang. Modus yang dilakukan H2O dengan memberikan promo haji,” tukasnya. (am).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.