Bahas KUA PPAS 2019, DPRD PPU Fokus Selesaikan Kewajiban Pemerintah

Ari. B

Ketua DPRD PPU, Nanang Ali.

Penajam, DPRD Kabupaten PPU mulai membahas usulan dokumen kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2019 yang diusulkan pemerintah daerah.

Ketua DPRD PPU Nanang Ali, yang ditemui helloborneo.com di penajam, kamis 26 juli 2018 mengatakan, fokus utama pembahasan rancangan anggaran tahun 2019 yakni untuk menyelesaikan tanggungjawab pemerintah.

“Pembahasan KUA PPAS porsi utamanya menyelesaikan kewajiban pemerintah. Termasuk tanggungan utang proyek multiyears yang jumlahnya sekitar Rp400 miliar”.kata Nanang Ali.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Nanang Ali masih memiliki tanggungan utang proyek yang dibiayai melalui skema anggaran tahun jamak lebih kurang mencapai Rp400 miliar.Utang itu untuk membiayai 21 proyek pembangunan jalan yang harus dilunasi hingga tahun 2018.

Selain itu, Ketua DPRD PPU Nanang Ali menyatakan perlu ada evaluasi dan verifikasi terhadap proyek yang sudah berjalan sekarang ini. “Mana proyek yang bisa diselesaikan tahun ini dan diagendakan di tahun 2019 perlu didata, mengingat kondisi anggaran masih belum pulih”tambah Nanang.

Dari informasi yang diperoleh, dalam Kebijakan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tercatat APBD 2019 sekitar Rp796 miliar, menurun Rp400 miliar lebih dari APBD tahun 2017 yang mencapai Rp1,1 triliun.

Saat ini anggota banggar DPRD Kabupaten PPU menurut Nanang Ali sedang melakukan pembahasan setiap item usulan dalam KUA PPAS tahun 2019 yang diajukan pemerintah daerah.

Pada tahun 2016 dana bagi hasil sektor minyak dan gas bumi yang diterima Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar Rp900 miliar, menurun di tahun 2017 menjadi sekitar Rp600 miliar. Di tahun 2018 DBH diproyeksikan menurun karena pengaruh harga minyak dunia. Sementara utang pembayaran proyek yang telah terkontrak sekitar Rp400 miliar lebih. (Ar/Hb)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.