Musim Kemarau Tiba, STOP Pembukaan Lahan Dengan Cara Dibakar.

Subur

Latihan Penanganan Karhutla oleh BPBD PPU.

Penajam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU mengadakan pelatihan kegiatan pemadaman kebakaran bagi anggota demi menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau ini.

Kepala Sub Bidang Logistik, BPBD PPU, Nurlaila, selasa, (24/7) mengatakan informasi dari  Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada bulan Mei dan Juni 2018 lalu. Namun di Kabupaten Penajam Paser Utara baru terjadi sejak awal juli hingga saat ini, dimana curah hujan mulai berkurang.

“Sebagai siaga karhutla BPBD PPU mulai menggelar pelatihan bagi anggota dan gladi peralatan untuk menghadapi peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang bisa terjadi kapan saja”.kata  Nurlaila di penajam.

Latihan bagi anggota BPBD PPU menurut Nurlaila selain melatih kepekaan fisik juga untuk menjaga koordinasi dan integrasi antara lintas instansi terkait sehingga penanganan karhutla dapat benar-benar cepat dan terarah.

Dia juga menginstruksikan agar satgas BPBD PPU bekerja semaksimal mungkin melakukan persiapan dalam penanganan dilapangan. Pasalnya titik api atau titik panas yang termonitor oleh satelit dalam beberapa hari terakhir terus meningkat karena tidak lagi turun hujan.Berdasarkan pantauan terbaru titik panas di Kabupaten PPU mencapai 13 titik dengan mayoritas berada di kecamatan penajam, waru dan sepaku.

“Kami juga berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk memantau kondisi di masyarakat. Jika ada potensi kebakaran kami akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan antisipasi”.tutur Nurlaila.

Peristiwa kebakaran lahan di daerah Lawe – Lawe, kecamatan penajam diakui Nurlaila menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat agar tidak mencoba membuka lahan dengan cara dibakar. Pasalnya api yang dibiarkan membesar dapat menjalar kemana-mana dan tidak menutup kemungkinan ikut menyasar pemukiman warga.

“Masyarakat kami minta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena meski dianggap paling  mudah untuk membersihkan lahan dari semak belukar, namun cara ini sangat membahayakan khususnya bagi kawasan di sekitarnya”.jelasnya. (Adv/Humas6/Hb)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.