Emak-Emak Kelurahan Sepan Penajam Tutup Jalan Nasional

Bagus Purwa

Jalan nasional atau trans Kalimantan (jalan poros Petung-Sepaku) yang ditutup emak-emak Kelurahan Sepan Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat (7-12-2018) (Ist).

Penajam, helloborneo.com – Puluhan emak-emak atau ibu-ibu RT 01 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan penutupan jalan nasional menuntut perbaikan jalan yang kondisinya semakin rusak parah.

Aksi penutupan jalan trans Kalimantan (jalan poros Petung-Sepaku) yang hingga kini kondisinya masih rusak parah dengan menggunakan batang pohon tersebut dilakukan Jumat, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Ibu-ibu Kelurahan Sepan menutup jalan nasional itu sejak pukul 08.00 hingga 15.00 Wita,” jelas Lurah Sepan Harianto ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam.

Melihat ibu-ibu menutup jalan trans Kalimantan tersebut lanjut ia, akhirnya warga lainnya ikut bergabung dengan ibu-ibu melakukan aksi penutupan jalan poros Petung-Sepaku tersebut.

“Aksi protes itu karena melihat kerusakan jalan nasional di wilayah Sepan semakin parah, tetapi pemerintah terkesan tidak peduli,” kata Harianto.

Menurut dia, kondisi jalan trans Kalimantan yang hingga kini masih parah tersebut sangat membahayakan bagi setiap pengguna jalan dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Harianto menjelaskan, kondisi jalan nasional itu terutama di wilayah Sepan sudah sangat parah, bahkan saat hujan susah untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Banyak titik jalan rusak di wilayah Sepan sangat parah dan rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kalau hujan jalan tergenang air serta ditutupi lumpur, dan licin,” ungkapnya.

Aksi penutupan jalan trans Kalimantan yang dilakukan emak-emak Kelurahan Sepan tersebut mengakibatkan antrean puluhan kendaraan roda empat dari arah Sepaku muapun dari arah Silkar Petung.

Namun saat ini, pentupan jalan nasional itu dibuka setelah dilakukan perundingan bersama tokoh masyarakat Kelurahan Sepan, Koramil, Polsek dan pihak Kecamatan Penajam, sehingga kendaraan roda empat dapat melintas kembali.

Warga Kelurahan Sepan tambah Harianto, menuntut agar pemerintah segera memperbaiki jalan poros Petung-Sepaku tersebut, jika tidak segera ditanggapi warga akan kembali melakukan penutupan jalan nasional di wilayah Kelurahan Sepan itu. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.