Biaya Produksi Air Bersih Penajam Rp1,2 Miliar/Tahun

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Biaya produksi air bersih yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, lebih kurang Rp1,2 miliar pertahun untuk memproduksi air bersih 70 liter perdetik.

Mesin WTP Lawe-lawe.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Danum Taka M Taufik saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis, mengungkapkan, pengolahan air bersih selama ini dengan kapasitas produksi 70 liter per detik mengeluarkan biaya sekitar Rp1,2 miliar pertahun.

PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara setiap tahun mengeluarkan biaya operasional untuk memproduksi air bersih di instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) Lawe-lawe yang kapasitasnya 70 liter perdetik, lebih kurang Rp1,2 miliar.

Instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe dengan kapasitas 70 liter perdetik tersebut menurut Taufik, belum mampu untuk mencukupi seluruh pelanggan yang ada di wilayah Kecamatan Penajam.

“Kami masih membutuhkan instalasi pengolahan air bersih atau WTP dengan kapasitas produksi lebih besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan,” jelasnya.

Dari pantuan di lapangan, masih ada sejumlah pelanggan di wilayah Kecamatan Penajam, tidak setiap hari mendapatkan layanan air bersih PDAM Danum Taka.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sedang membangun instalasi pengolahan air bersih yang lokasinya juga di Kelurahan Lawe-Lawe dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 300 liter perdetik.

“Produksi air bersih kami masih defisit, tapi apabila WTP Lawe-Lawe yang baru rampung, dapat melayani seluruh pelanggan yang ada di wilayah Kecamatan Penajam,” ujar Taufik.

Namun PDAM Danum Taka berencana hanya mengoperasikan untuk kapasitas 100 liter perdetik, jika instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe yang baru dengan kapasitas 300 liter per detik tersebut rampung.

“Jika WTP Lawe-Lawe kapasitas 300 liter per detik selesai, langkah awal hanya dioperasikan 100 liter per detik dan diperkirakan biayanya juga sekitar Rp1,2 miliar,” ucap Taufik.

Jika produksi air bersih WTP baru 100 liter per detik ditambah 70 liter per detik produksi air bersih WTP lama tambahnya, dibutuhkan biaya operasional lebih kurang Rp2,4 miliar per tahun. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.