Kodim Penajam Serukan Bahaya “Proxy-War” Kepada Pelajar.

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.comKomando Distrik Militer atau Kodim 0913 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyerukan bahaya “proxy war” kepada pelajar SMA/SMK sederajat peserta Pendidikan dan Latihan Jurnalistik-Media Sosial yang digelar Ikatan Jurnalis Benuo Taka, Kamis.


Pasintel Kodim 0913 Penajam Paser Utara, Kapten Sihotang.

Pasintel Kodim 0913 Penajam Paser Utara, Kapten Sihotang menyampaikan “proxy war” atau perang asimetris, perang non-militer yang menjadi ancaman serius di masa kini tersebut dihadapan 41 pelajar SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 2 Kecamatan Waru.

“Proxy war”, tegasnya merupakan salah satu ancaman yang dinilai bisa menimbulkan kegaduhan, maupun melumpuhkan stabilitas nasional.

Tidak hanya itu, lanjutnya menyikapi perkembangan teknologi yang terjadi seperti saat ini, diimbau seluruh pelajar untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Bijak-bijalah dalam bermedia sosial. Jadikan medsos untuk membangun inspirasi dan berpikir positif,” ujarnya.

Dampak negatif kemajuan teknologi yang akhir-akhir ini terjadi, menurut Sihotang seperti maraknya pembodohan dan ujaran kebencian yang bertujuan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditayangkan atau beredar di medsos.

“Proxy war” adalah peperangan tidak berbentuk, tambahnya untuk mengantisipasi para pelajar harus bisa memilih dan memilah informasi atau isu yang beredar di medsos.

Selain menghadirkan pemateri dari Kodim 0913, kegiatan Jurnalisti-Medsos yang digelar ketiga kalinya tersebut juga diisi pembicara dari Polres dan Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara, serta dari kalangan wartawan.

Pelatihan dan Latihan atau Diklat Jurnalistik-Medsos sebelumnya juga digelar di SMA Negeri 8 Kecamatan Penajam dan SMK Negeri 3 Kecamatan Babulu pada Desember 2018.

Selanjutnya, Ikatan Jurnalis Benuo Taka atau IJBT akan menggelar kegiatan Diklat Jurnalistik-Medsos bagi pelajar SMA/SMK sederajat di Kecamatan Sepaku dan terakhir di Kecamatan Penajam.

Selain mengenai dunia jurnalistik, para peserta juga mendapatkan wawasan bagaimana menggunakan medsos yang bijak dan terhindar dari berita bohong, sehingga diharapkan para pelajar bisa lebih bijaksana dalam menggunakan medsos dengan menyampaikan hal-hal yang positif. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.