Bupati Penajam Berencana Berlakukan Larangan Kantong Plastik

Bagus Purwa

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud dan Wakil Bupati Hamdam.

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud berencana memberlakukan larangan penggunaan kantong belanja plastik sebagai upaya mengurangi sampah plastik di daerah setempat.

“Rencananya penggunaan kantong belanja plastik di pasar-pasar tradisional akan diatur untuk membatasi volume sampah sampah di wilayah Penajam Paser Utara,” kata Abdul Gafur Mas’ud ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Aturan terkait larangan penggunaan kantong belanja plastik tersebut nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk peraturan bupati (perbup) atau peraturan daerah (perda).

Abdul Gafur Mas’ud menginginkan aturan itu disusun dan dituangkan dalam bentuk regulasi berupa perbup atau perda larangan penggunaan kantong belanja plastik.

Bupati berharap peraturan atau regulasi menyangkut larangan penggunaan kantong belanja plastik tersebut dapat segera dirampungkan dan diterapkan akhir 2019.

“Masyarakat akan diimbau mulai dari sekarang melalui sosialisasi, bahwa kantong plastik sangat berbahaya,” ujar Abdul Gafur Mas’ud.

“Apalagi kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat kurang. Sosialisasi akan dilakukan pemerintah kabupaten,” ucapnya.

Ada waktu kurang dari satu tahun lanjut Abdul Hafur Mas’ud, untuk menyusun regulasi kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelarangan penggunaan kantong belanja plastik tersebut.

“Masih ada waktu 11 bulan ke depan untuk menyusun peraturan, dan sebelum peraturan diterapkan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat,” jelasnya.

Abdul Gafur Mas’ud menambahkan, beberapa daerah sudah memberlakukan atau menerapkan aturan larangan penggunaan kantong belanja plastik tersebut, seperti di Kota Balikpapan.

Kantong berbahan plastik dari bahan kimia dapat mencemari lingkungan, sebab proses penguraiannya bisa memakan waktu berpuluh-puluh tahun. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.