Pemancangan Tiang Jembatan Penajam-Balikpapan Sisi Laut April

Ari B


Perwakilan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jonggi Panangian.

Penajam, helloborneo.comPemancangan perdana tiang jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan di Kalimantan Timur, untuk sisi laut dapat dilaksanakan pada April, jika penetapan lokasi lahan sumbu jalan untuk ruas jembatan rampung Maret 2019, kata Perwakilan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jonggi Panangian.

“Jika penetapan lokasi selesai Maret 2019, pemancangan tiang perdana dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 untuk sisi laut,” ujar Jonggi Panangian ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Tim pengadaan lahan bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah melakukan penetapan lokasi “trase” atau sumbu jalan untuk ruas jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan.

Penetapan lokasi sumbu jalan untuk ruas jembatan tol penghubung dengan ketinggian ruang bebas 50 meter dari permukaan air laut tertinggi tersebut dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan.

Sesuai perencanaan luas lahan yang dibebaskan sisi Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai sekitar 12,5 hektare di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Sedangkan dari sisi Kota Balikpapan dibutuhkan lahan lebih kurang 31,34 hektare mencakup wilayah Kelurahan Prapatan, Telaga Sari dan Kelurahan Klandasan Ulu.

“Dalam pendataan lahan yang terkena proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan, pemilik lahan menyerahkan foto kopi surat tanah dan kartu tanda penduduk (KTP),” kata Jonggi Panangian.

Hasil pendataan awal persiapan pengadaan lahan proyek pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan, sisi Kabupaten Penajam Paser Utara seluas 12,5 hektare menurut dia, milik 22 warga Kelurahan Nenang.  

Namun ada beberapa pemilik lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Jonggi Panangian, yang mengaku belum memiliki sertifikat tanah atas lahan miliknya tersebut.

Sebaliknya di Kota Balikpapan jelasnya, lahan yang akan dibebaskan merupakan tanah milik perusahaan sehingga lebih mudah prosesnya.

“Proses pembebasan lahan proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu sekitar satu tahun, dengan estimasi masa pengerjaan pembangunan jembatan lebih kurang tiga tahun,” ucap Jonggi Panangian. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.