20 Persen Elpiji Bersubsidi Penajam Digunakan Masyarkat Mampu

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperkirakan sekitar 20 persen kuota elpiji bersubsidi digunakan masyarakat mampu sehingga sering terjadi kelangkaan elpiji tabung ukuran tiga kilogram di daerah setempat.

Elpiji 3 Kg.

Kepala Disperindagkop UKM- Kabupaten Penajam Paser Utara Kuncoro saat dihubungi helloborneo.com, Minggu, mengatakan, kelangkaan elpiji bersubsidi akan tetap terjadi, jika masih banyak warga yang tidak berhak menggunakan elpiji tabung ukuran tiga kilogram tersebut.

Masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori kurang mampu seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi, sebab elpiji tabung ukuran tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Rumah-rumah makan yang tergolong besar juga tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi, karena diperuntukkan hanya untuk warga kurang mampu,” ujar Kuncoro.

Namun diperkirakan masih banyak warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang mampu secara ekonomi, menggunakan elpiji bersubsidi.

Penggunaan tidak tepat sasaran itu turut mempengaruhi pasokan elpiji tabung ukuran tiga kilogram yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

Perkiraan masih banyaknya masyarakat mampu gunakan elpiji bersubsidi tersebut menurut Kuncoro, sebab masih sering terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi, padahal kuota elpiji tabung ukuran tiga kilogram mencapai 1,5 juta tabung pertahun.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah atau Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengajukan surat kepada kepala daerah menyangkut masyarakat yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi.

“Kami juga akan melakukan inspeksi mendadak atau sidak di sejumlah tempat, termasuk rumah-rumah makan dan tempat usaha lainnya terkait penggunan elpiji tabung ukuran tiga kilogram,” ucap Kuncoro.

Masih sering terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi atau yang dikenal dengan tabung gas melon di wilayah Penajam Paser Utara, akibatnya, masyarakat kurang mampu resah karena elpiji tabung ukuran tiga kilogram merupakan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang mampu secara ekonomi, termasuk PNS (pegawai negeri sipil) diimbau tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi dan beralih ke elpiji nonsubsidi agar kelangkaan tidak terjadi lagi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.