Pertamina Hulu Kaltim Khitan 60 Anak Penajam Paser Utara

Bagus Purwa

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud saat menghadiri khitanan massal yang digelar Pertamina Hulu Kalimantan Timur atau PKHT.

Penajam, helloborneo.com – Pertamina Hulu Kalimantan Timur atau PHKT mengkhitankan secara massal sebanyak 60 anak kurang mampu di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Direktur PHKT Feri Tri Wibowo di Penajam, Senin mengatakan, khitanan massal merupakan program kepedulian sosial kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Penajam.

Sunatan massal yang digagas Badan Dakwah Islam Kalimantan Timur (BDI PHKT) tersebut sebagai bentuk sinergi dan kontribusi PT Pertamina (Persero) kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja PHKT.

Kegiatan khitanan massal jelas Feri Tri Wibowo, dimulai dari kepedulian karyawan PHKT melakukan pengumpulan dana di antara karyawan dan dibantu Pertamina Hulu Indonesia.

Peserta kegiatan sunatan massal di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut ia, diikuti 60 anak kurang mampu usia 8 sampai 13 tahun dari lima kelurahan dan dua desa di wilayah kerja PHKT.

Peserta khitanan massal tersebut berasal dari Kelurahan Kampung Baru, Pejala, Saloloang, Lawe-Lawe dan Kelurahan Petung, serta Desa Sidorejo dan Girimukti, Kecamatan Penajam.

“Sangat kami hargai kontribusi PHKT dalam sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan PHKT di wilayah Penajam Paser Utara,” kata Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.

Bupati mengajak PHKT dapat melakukan kerja sama lainnya seperti penanganan dan pencegahan “stunting” atau gangguan pertumbuhan yang ditandai kondisi tubuh pendek/cebol.

“Jadi tidak hanya dengan khitanan massal saja, tetapi juga dengan berbagai kegiatan lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Abdul Gafur Mas’ud.

Bupati juga berharap PHKT bisa membuka dan menyerap tenaga kerja lokal sebagai wujud mendukung upaya pemerintah kabupaten dalam menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat.

“PHKT dapat mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dengan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki warga di sekitar wilayah kerja atau operasional PHKT,” ucap Abdul Gafur Mas’ud. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.