BPBD Penajam Waspadai Potensi Kebakaran Lahan Gambut

Ari B 

Dok. Pasca Penanganan Kebakaran di Pabrik Sabut Kelapa Pejala Kecamatan Penajam. (Sumber Poto = Pusdal Ops BPBD PPU).

Penajam, helloborneo.com – Pascakebakaran pabrik sabut kelapa di Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam, Senin (8/7), Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mewaspadai potensi kebakaran di lahan gambut.

“Setelah api menghanguskan pabrik sabut kelapa itu, kami waspadai terjadinya kebakaran di lahan gambut,” kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila ketika ditemui helloborneo.com, Rabu.

Posisi pabrik sabut kelapa di Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam tersebut lanjut ia, berada di sisi atau bersebelahan dengan lahan gambut yang rawan terbakar.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta karyawan pabrik dan masyarakat sekitar tetap waspada potensi munculnya api, sebab bagian bawah tumpukan sabut kelapa masih berpotensi terbakar.

“Kebakaran pabrik sabut kelapa itu bisa saja merambat ke lahan gambut yang bersebelahan dengan pabrik,” jelas Nurlaila.

Memasuki musim kemarau, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengantisipasi daerah yang rawan terjadi kebakaran, terutama lahan gambut.

“Titik panas yang terpantau di Kabupaten Penajam Paser Utara, terbanyak berada di wilayah Kecamatan Penajam dan Waru,” ujar Nurlaila.

“Kami terus memantau potensi kebakaran pada musim kemarau di daerah yang sebelumnya telah terjadi peristiwa kebakaran,” ucapnya.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta pemukiman warga tegas Nurlaila, juga perlu kesadaran semua pihak, termasuk kesiapsiagaan pemerintah tingkat desa dan kelurahan sebagai garda terdepan.

Potensi kebakaran lahan dan hutan, serta pemukiman warga di wilayah Penajam Paser Utara harus diwaspadai, terutama pada kondisi cuaca panas atau musim kemarau.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara memetakan sedikitnya 500 hektare lahan gambut yang berada di wilayah Kecamatan Penajam, rawan terbakar pada saat musim kemarau. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.