KPU Balikpapan Monitoring Panitia Pemutakhiran Data Pemilih

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha. (Ist)
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – KPU Kota Balikpapan melaksanakan monitoring pembentukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP),  pemutakhiran data pemilih di Kelurahan serta menyerahakan Alat Pelindung – APD untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Monitoring PPDP serta pemutakhiran data di kelurahan di bagi menjadi 5 tim secara bertahap di 34 kelurahan, ” ujar Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha didampingi perwakilan sekretariatan KPU, pemerintah kota melalui kesbangpol dan awak media.

Thoha menjelaskan, adapun monitoring dilakukan untuk melihat kinerja dan sejauh mana progresnya PPS dalam rekrutmen anggota PPDP serta pemutakhiran data pemilih. Selain itu, KPU akan melihat dan mendengarkan kendala yang dihadapai PPS, mengingat beberapa hari ini terdapat masukan terkait adanya ketua RT di setiap kelurahan yang mengangap peryaratan menjadi PPDP sangat memberatkan.

“Peryaratan penerimaan PPDB tahun lalu berbeda di Pilkada tahun ini. Adapun prihal peryaratan menjadi PPDP seperti berusia antara 20 tahun hingga 50 tahun, sehat jiwa dan tidak memiliki penyakit degeneratif dengan surat pernyataan serta dapat menjalankan komputer atau IT,” ujarnya.

Thoha menambahkan, apabila dalam kampung di setiap TPS tidak ada yang berminat menjadi PPDP dan ada yang berminat namun tidak masuk peryaratan, maka didalam PKPU tentang tata kerja, di perbolehkan PPS mengambil penyelenggara PPDP dari wilayah lain.

“Berdasarkan PKPU, pembentukan PPDP dapat diambil di wilayah lain, asalkan memenuhi peryaratan dan yang terpenting  keadaanya pemilu harus berjalan dengan aturan yang ditentukan,” pungkasnya. (adv/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.