PLN Targetkan 600 Calon Pelanggan Baru Listrik Pedesaan di Malinau

Balikpapan, helloborneo.com – PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero terus mewujudkan komitmen untuk menerangi hingga ke ujung negeri. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur untuk melistriki enam desa yang tersebar Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir yang kini telah rampung.

Keenam Desa tersebut adalah Desa Bila Bekayuk, Long Loreh, Sengayan, Pelencau , Long Adiu, Punan Long Adiu.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UIW Kaltimra), Sigit Witjaksono mengatakan pekerjaan konstruksi tiang dan penarikan jaringan sudah dilakukan. Sekarang tim tengah memastikan kesiapan material untuk penyambungan listrik bagi calon pelanggan pada keenam desa tersebut. PLN tengah menanti untuk segera menyambung sedikitnya 600 calon pelanggan baru disana.

“Untuk melistriki enam desa tersebut PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 33.23 kilometer sirkit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 10.19 kms. Pasokan listriknya akan disuplai oleh PLTD Malinau yang saat ini berjalan dengan sistem isolated,” jelas Sigit melalui siaran resmi kepada helloborneo.com, Selasa (4/08/2020).

Ia menegaskan selesainya proyek pembangunan listrik pedesaan di Malinau tentunya merupakan angin segar bagi para warga yang telah mendamba listrik selama ini.

“Selama ini, masyarakat mengandalkan genset pribadi dan listrik swadaya untuk menyalakan listrik di rumah-rumah. Kini PLN tengah melakukan persiapan sosialisasi kelistrikan, sambil menunggu kesiapan penyambungan bagi warga disana,” ungkapnya.

Sigit menambahkan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi sebelum penyambungan listrik agar warga memahami bagaimana menggunakan listrik secara aman dan bahaya apa yang harus diwaspadai. Tentunya kita berharap semuanya berjalan lancar supaya listrik untuk keenam desa tersebut segera tersambung sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan yang berbeda, Hasmon Karaeng, seorang petugas PLN yang bertindak sebagai pengawas proyek listrik pedesaan mengaku harus melalui perjalanan sejauh 62,5 kilometer dengan jalan berupa medan tambang yang belum beraspal.

Durasi perjalanan selama 2 jam harus ditempuh dari pusat kota Malinau demi melistriki enam desa di Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir, Kabupaten Malinau. Ketika hujan turun tak jarang, mobil yang digunakan untuk mengangkut material terjebak dalam kubangan tanah.

“Terpaksa kalau sudah begitu kita harus turun dari mobil dan mendorong. Kalau tidak begitu ya kita tidak bisa sampai ke lokasi pembangunan,” tutur Hasmon.

Meskipun penuh dengan tantangan, Hasmon dan kawan-kawannya selalu menjalani pekerjaan dengan penuh keikhlasan.

Melistriki desa-desa terpencil memiliki tantangan tersendiri. Jarak yang jauh dan akses yang sulit di tempuh menjadi tantangan yang kerap kali ditemui oleh PLN.

“Ikhlas, sangat ikhlas. Seluruh lelah perjuangan terbayar ketika melihat desa-desa terang menyala,” tutup Hasmon. (*/sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.