Dispusip Penajam Fasilitasi Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Bagus Purwa

Dok. Kegiatan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memfasilitasi kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah itu.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut merupakan program Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara yakni, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kegiatan itu salah satunya pelatihan budidaya jamur tiram yang digelar di Rumah Jamur berlokasi di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis.

“Perpustakaan tidak saja menyediakan sumber bacaan bagi masyarakat untuk menggali informasi dan pengetahuan,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara, Esa Mulianti ketika ditemui helloborneo.com di lokasi pelatihan.

“Perpustakaan juga memfasilitasi berbagai pelatihan meningkatkan keterampilan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Saat ini lanjut Esa Mulianti, perpustakaan bukan hanya sebagai pusat informasi, tetapi dapat bertransformasi menjadi wadah atau tempat pengembangan diri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan untuk memberikan ilmu menyangkut budidaya jamur tiram tersebut jelasnya, bertujuan meningkatkan kemampuan wirausaha masyarakat serta keterampilan SDM (sumber daya manusia) berkualitas dan kreatif.

Narasumber pelatihan budidaya jamur tiram yang diadakan Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara itu adalah pemilik Rumah Jamur Abdul Wahab.

Peserta pelatihan diberikan materi pengenalan budidaya jamur, praktik pembuatan media tanam serta cara pengisian bibit jamur ke media tanam atau “baglog”.

Peserta yang mengikuti pelatihan menurut Esa Mulianti, enam orang warga Kelurahan Waru, dua orang dari Keluruhan Buluminung, dua warga Desa Sidorejo dan dua orang dari Kelurahan Maridan.

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam memperkuat peran perpustakaan meningkatkan kualitas SDM melalui kemampuan literasi.(adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.